HeadlineMedanNasionalUmum

Rico Waas Respons Keluhan Warga, Mulai dari Bantuan Langsung hingga Perbaikan Infrastruktu

5
×

Rico Waas Respons Keluhan Warga, Mulai dari Bantuan Langsung hingga Perbaikan Infrastruktu

Sebarkan artikel ini
Dalam Safari Jumat di Masjid Djafar Warahmah, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Jumat (06/11/2026), Walikota Medan Rico Waas merespons langsung sejumlah aspirasi warga sekaligus memberikan solusi atas persoalan tersebut. (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Medan – Kerusakan jalan lingkungan dan persoalan banjir masih menjadi keluhan warga Kecamatan Medan Marelan. Dalam Safari Jumat di Masjid Djafar Warahmah, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Jumat (06/11/2026), Walikota Medan Rico Waas merespons langsung sejumlah aspirasi warga sekaligus memberikan solusi atas persoalan tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi dan sejumlah pimpinan perangkat daerah itu Widya, warga Gang Anggrek, Lingkungan VII mengeluhkan kondisi jalan di lingkungannya rusak, mulai dari depan. Widia juga meminta pembangunan benteng di bagian belakang permukiman untuk mengatasi persoalan banjir.

Menanggapi hal itu, Rico mengatakan perbaikan jalan akan diupayakan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun depan. Ia juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mengidentifikasi sumber dan aliran air sebelum menentukan penanganan banjir.

“Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan kita perbaiki itu. Pengurusan drainasenya juga nanti diidentifikasi dulu. Jangan sampai ditutup, tetapi malah melebar ke samping. Kita cek di mana permasalahan utamanya,” kata Rico.

Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, usulan penanganan jalan lingkungan akan dipertimbangkan untuk perencanaan 2027. Sementara itu, persoalan aliran air akan diidentifikasi lebih lanjut untuk menentukan solusi yang tepat.

Aspirasi lainnya disampaikan Nurjannah yang meminta bantuan tenda dan kursi untuk mendukung kegiatan perwiritan. Rico menyanggupi permintaan tersebut dan menyampaikan bantuan akan dikirimkan.

“Baik, Bu Nurjannah. Tadi permohonannya bantuan tenda dan kursi, ya? Beres, Bu. Besok dikirim bantuannya,” ujarnya.

Rico mengakui, Labuhan Deli dan kawasan Medan Marelan masih menghadapi sejumlah persoalan lingkungan, mulai dari banjir rob, kondisi tanggul, kerusakan jalan hingga drainase yang belum memadai. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perencanaan matang agar tidak sekadar menjadi perbaikan sementara.

“Kami sebenarnya tidak ingin hanya melakukan tambal sulam. Kalau tambal sulam, mungkin sementara terlihat bagus, tetapi akhirnya banjir lagi. Jadi, memang dibutuhkan penanganan jangka panjang,” ungkapnya.

Rico mengatakan pembenahan infrastruktur di Medan Marelan menjadi bagian dari perhatian Pemko Medan terhadap pemerataan pembangunan di Medan Bagian Utara. Kawasan yang mencakup Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli itu mendapat alokasi 35 persen dari total anggaran infrastruktur Kota Medan.

“Pada tahun ini, kami telah menetapkan alokasi 35% dari anggaran infrastruktur Kota Medan untuk empat kecamatan di Medan Bagian Utara,” katanya. (Asarpua)