ASARPUA.com – Medan – Keberadaan proyek angkutan Bus Rapid Transit (BRT) trayek Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) di Kota Medan yang dinilai akan menjadi beban Pemko Medan karena harus menanggung biaya operasional cukup besar terus menuai kritik. Kali ini dari Anggota Komisi IV DPRD Medan Lailatul Badri menyoroti dan mendorong Walikota Medan Rico Waas melakukan upaya agar dapat miminimalisir beban APBD Pemko Medan nantinya.
Upaya yang akan dilakukan Walikota menurut Lailatul Badri, Rabu (02/09/2026) dinilai sangat berarti. Sehingga antinya biaya operasinal BRT tidak hanya ditanggung Pemko Medan melainkan adanya kolaborasi yang saling mempertimbangkan kemampuan.
“Kami di DPRD Medan mendorong bahkan mendukung penuh langkah Walikota Medan minta kolaborasi ke Kementerian Perhubungan Darat di Jakarta terkait pembiayaan biaya operasional dan pemeliharaan BRT ke depannya,” sebut Lailatul Badri yang akrab disapa Lela itu.
“Setelah dilakukan perkiraan, nantinya APBD Pemko akan terkuras sekitar Rp500 Miliar setiap tahunnya untuk biaya operasional BRT. Ini kan patut disikapi secara serius,” ujar Lela.
Dianya mendukung Walikota Medan yang sedang mengupayakan minta kolaborasi terkait dana pemeliharaan dan operasioanl dari Kementerian. “Atau apa solusi lain yang tidak akan membebani APBD Pemko Medan. Karena nantinya dipastikan menggangu anggaran belanja di Pemko Medan” pungkasnya. (Asarpua)












