script google ads
EkbisHeadlineMedan

Pemprovsu Dukung Gerakan Penghijauan HKBP di Tapanuli Raya

8
×

Pemprovsu Dukung Gerakan Penghijauan HKBP di Tapanuli Raya

Sebarkan artikel ini
Wagubsu Surya terima kunjungan Pengurus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Ruang Kerja Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Kota Medan. Selasa (28/07/2026). Kunjungan tersebut terkait Perayaan Minggu Ekologi dengan penanaman pohon di wilayah Tapanuli Raya pada September mendatang. (Foto. Asarpua.com/diksu)

ASARPUA.com – Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dukung gerakan penghijauan yang digagas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melalui rangkaian kegiatan Minggu Ekologi. Gerakan tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan ekosistem, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Surya saat terima audiensi pengurus HKBP Pearaja Tarutung yang diwakili Kepala Departemen Marturia HKBP, Pendeta Bernard Manik, di ruang kerja Wagubsu, Lantai 9, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro 30, Medan, Selasa (28/07/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pengurus HKBP menyampaikan rencana pelaksanaan gerakan penanaman pohon yang melibatkan jemaat dan masyarakat di wilayah Tapanuli Raya. Program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan, menjaga daerah resapan air, serta mengurangi dampak perubahan iklim.

Wagubsu Surya sambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa Pemprovsu siap mendukung berbagai gerakan yang bertujuan menjaga kelestarian alam. “Gerakan penanaman pohon merupakan langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Pemprovsu mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif HKBP yang mengajak masyarakat bersama-sama merawat alam demi keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Surya.

Menurut Surya, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, sinergi yang dibangun melalui gerakan penanaman pohon diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian hutan dan ekosistem di Sumut.

Sementara itu, Kepala Departemen Marturia HKBP Pendeta Bernard Manik menyampaikan, HKBP kembali menggelar rangkaian kegiatan Minggu Ekologi sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 27 September 2026 di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang menjadi pusat pelaksanaan Minggu Ekologi tahun ini.

Menurut Bernard, Minggu Ekologi merupakan agenda tahunan HKBP yang bertujuan menumbuhkan kepedulian jemaat terhadap kelestarian lingkungan. Meningkatnya bencana alam menjadi pengingat akan pentingnya menjaga alam dari kerusakan yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia.

“Melalui Minggu Ekologi, kami mengajak seluruh warga HKBP untuk berperan aktif merawat dan melestarikan lingkungan, tidak hanya di Tapanuli Raya, tetapi juga di berbagai daerah lain yang mengalami bencana,” ujarnya.

Selain ibadah Minggu Ekologi, HKBP juga akan menggelar seminar lingkungan hidup dan aksi penanaman pohon. Tahun ini, sebanyak 20 ribu bibit pohon akan disalurkan kepada kelompok tani dan komunitas masyarakat di desa-desa, terutama di wilayah terdampak bencana.

Bibit yang dibagikan terdiri atas tanaman produktif sekaligus bernilai konservasi, seperti mangga, durian, petai, jengkol, kemiri, dan mahoni. Tanaman tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan kawasan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Bernard menambahkan, program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan HKBP. Pada 2025, HKBP telah menyerahkan 10 ribu bibit pohon di Balige sebagai bagian dari gerakan penghijauan.

Turut mendampingi Wagubsu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinsos Sumut Ady Putra Parlaungan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan, dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sumut Ade Sofianita. (Asarpua)