script google ads
EdukasiHeadlineMedan

Rico Waas: Setiap Anak Punya Hak dan Ruang Berkarya yang Sama

6
×

Rico Waas: Setiap Anak Punya Hak dan Ruang Berkarya yang Sama

Sebarkan artikel ini
Walikota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Rico Airin Rico Waas hadir di tengah anak-anak hebat Kota Medan. Kehadiran Rico Waas dan Airin menambah semangat dan keceriaan serta kemeriahan acara yang bertajuk Festika (Festival Kreativitas Anak). (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Medan – Keceriaan terpancar dari raut wajah ratusan anak yang memadati peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, USU, Sabtu (25/07/26). Mereka bergantian menampilkan tarian tradisional dan kreasi modern dengan penuh percaya diri. Di antara penampilan tersebut, aksi memukau anak-anak down syndrome sukses mencuri perhatian, membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan hak yang sama untuk tampil, berkarya, serta merasakan kebahagiaan di hari istimewa mereka.

Pada momentum ini, Walikota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Rico Airin Rico Waas hadir di tengah anak-anak hebat Kota Medan. Kehadiran Rico Waas dan Airin menambah semangat dan keceriaan serta kemeriahan acara yang bertajuk Festika (Festival Kreativitas Anak).

Selain penampilan seni dan kreativitas, Rico Waas dan Airin juga mengajak anak-anak yang hadir berinteraksi dan berdialog diatas panggung. Diantaranya Kiran, siswi SD Swasta Sejahtera, Marelan yang merupakan anak Down Syndrome dan Luthfi seorang pelajar SMP yang merupakan anak Disabilitas Tuna Wicara.

Dalam sambutannya, Walikota Medan Rico Waas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB) Kota Medan atas terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang bertemakan “Anak Terjaga, Gawai Secukupnya, Budaya Selamanya.

Rico Waas menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar menjadi seremonial belakangan, melainkan harus dijadikan momentum pengingat akan pentingnya perhatian penuh terhadap tumbuh kembang generasi muda.

“Jika saya tidak hadir hari ini, saya adalah orang yang paling rugi. Saya menyaksikan sendiri betapa luar biasanya potensi, karya, dan keberanian anak-anak kita di panggung. Dari mereka, kita bisa melihat bahwa masa depan Kota Medan dan Indonesia ada di tangan yang tepat,” ujar Rico Waas.

Di tengah optimisme melihat bakat anak-anak Medan, Rico Waas juga memberikan catatan kritis terkait tantangan pola asuh digital di era modern. Menurutnya, penggunaan gawai (gadget) yang tidak terkontrol dapat mengancam perkembangan fisik dan mental anak.

Uniknya, Rico Waas mengingatkan para orang tua untuk terlebih dahulu menyadari kebiasaan gawai mereka sendiri sebelum membatasi anak-anak.

“Anak-anak itu bagaikan kertas putih, dan orang tua adalah yang melukisnya. Sering kali pagi-pagi yang kita cari pertama kali bukan hal lain, tapi meraba-raba meja mencari HP. Kebiasaan ini dilihat dan dicontoh langsung oleh anak-anak,” jelas Rico Waas.

Rico Waas juga menekankan bahwa kemajuan teknologi memang tidak bisa dibendung dan sudah menjadi bagian dari dunia pendidikan. Namun, peran orang tua dan pendamping sangat krusial dalam menetapkan batas-batas yang sehat agar anak-anak tidak mengalami ketergantungan. (Asarpua)