asarpua.com

Pj Sekdaprovsu Ajak FPRB Petakan Potensi Bencana Berbasis Teknologi

Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap terima audiensi Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provsu di Ruang Kerja Lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Kota Medan, Rabu (06/05/2023). FPRB berharap mendapatkan arahan lebih lanjut dari Pemprovsu untuk menyusun konsep penanggulangan yang lebih komprehensif ke depannya. (Foto. Asarpua.com/diksu)

ASARPUA.com – Medan – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Sulaiman Harahap tekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menyusun strategi mitigasi guna meminimalisir dampak bencana di wilayah Sumut yang memiliki kerentanan geografis cukup tinggi.

Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provsu di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro 30, Medan, Rabu (06/05/2026).

Sulaiman Harahap menyampaikan apresiasi kepada para aktivis, akademisi, dan pengusaha yang tergabung dalam FPRB yang terus konsisten membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana. Ia menyebutkan, kondisi geografis Sumut yang didominasi tebing dan perbukitan di sisi jalan membuat wilayah ini sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana.

“Masalah bencana ini ada yang bisa diprediksi dan ada yang tidak. Karena geografis kita sangat rentan, yang utama harus kita miliki adalah mitigasi untuk mengurangi risiko yang timbul,” ujar Sulaiman.

Lebih lanjut, ia mendorong FPRB untuk merumuskan konsep jalur evakuasi yang efektif, baik untuk bencana di darat maupun di laut. Mengingat sejarah bencana di Sumut, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga tsunami, pemetaan potensi bencana berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak.

“Saat ini kita perlu melakukan mitigasi dan pemetaan potensi bencana yang dapat diantisipasi dengan bantuan teknologi. Saya berharap forum ini dapat memikirkan bagaimana membentuk jalur mitigasi dan evakuasi yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Provsu Bahdin Nur Tanjung menjelaskan bahwa forum yang dipimpinnya merupakan wadah koordinasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengusaha, relawan, hingga media massa. Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang tentang Kebencanaan.

“Kami hadir sebagai pengurus sekaligus aktivis yang ditugaskan melakukan koordinasi penanggulangan bencana dari segala aspek. Sumut merupakan salah satu provinsi yang telah membentuk forum ini, dan saat ini kami memasuki periode kedua,” jelas Bahdin.

Bahdin juga melaporkan bahwa FPRB telah turun langsung memberikan bantuan dan melakukan koordinasi pada sejumlah bencana yang terjadi di beberapa daerah, seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Langkat.

Melalui audiensi ini, FPRB berharap mendapatkan arahan lebih lanjut dari Pemprov Sumut untuk menyusun konsep penanggulangan yang lebih komprehensif ke depan. “Kami siap melaksanakan yang terbaik demi keselamatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana di Sumut,” pungkasnya. (Asarpua)

Related News

Pj Gubsu Sumut Fatoni dan Pangdam I/BB Rio Firdianto Bahas Sinergitas Program

Redaksi

DPRD Medan Setujui LPj Walikota Medan Disahkan Jadi Perda Tahun 2020

Redaksi

Rico Waas Lantik 213 Pejabat, Tekankan Mental Tancap Gas