ASARPUA.com – Labuhanbatu – Terpilihnya Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, sebagai desa terbaik pada peringatan HUT ke-81 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dinilai sangat tepat. Prestasi ini diraih berkat realisasi program yang signifikan dan terukur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, Parulian Ritonga SH, menjelaskan kepada wartawan, Rabu (28/10/2026), bahwa penilaian dilakukan secara profesional berdasarkan proposal Program Kampung Kreatif Desa Tebing Linggahara yang berbasis ekonomi sirkular.
“Kita melakukan penilaian secara profesional berdasarkan proposal Program Kampung Kreatif Desa Tebing Linggahara berbasis ekonomi sirkular,” ujar Parulian.
Ia menerangkan, Desa Tebing Linggahara saat ini memiliki tujuh sumber kekuatan, yang salah satunya telah menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara berkelanjutan. Bahkan, potensi kegiatan yang terintegrasi tersebut kini sedang berkompetisi di tingkat Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dan telah masuk dalam delapan besar.
Adapun tujuh inovasi desa yang dimaksud seperti, unit produksi kompos binaan SNV sebagai modal pengembangan ekonomi hijau, praktik perkebunan sawit berkelanjutan yang telah memperoleh pendampingan, pemanfaatan sumber daya lokal berupa biomassa pertanian, kotoran ternak, dan lahan yang mendukung perkembangan kompos.
Kemudian potensi peternakan kambing, budidaya lele, pertanian terpadu, serta perkebunan sawit yang saling mendukung (terintegrasi) dalam satu hamparan secara sirkular.
“Kami langsung turun ke lokasi mengawasi jalannya proses penilaian,” sebutnya.
Ada juga potensi industri kreatif berupa tenun, ronce melati, kerajinan, dan kuliner khas desa melalui pengembangan kelembagaan ekonomi BUMDesa.
“Atas seluruh capaian ini, masyarakat di desa setempat memiliki pengalaman dalam usaha pertanian dan usaha rumah tangga yang terberdayakan. Atas dasar itulah Desa Tebing Linggahara menjadi desa terbaik di tingkat Kabupaten Labuhanbatu,” imbuh Parulian.
Selain menjelaskan proses penilaian desa terbaik tahun 2026, Parulian Ritonga juga mengusulkan Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026.
“Untuk kelurahan, kita usulkan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara. Di sana ada industri pirolisis yang mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengelolanya tidak tamat SMP, tetapi memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang tersebut. Ini sangat layak untuk ditampilkan di tingkat Provinsi Sumatra Utara,” terangnya.
Selain inovasi cerdas tersebut yang telah dilirik kabupaten tetangga, Kelurahan Aek Paing juga memiliki kawasan persawahan yang akan dikembangkan sebagai objek wisata.
“Pemerintah daerah terus memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Terkait kendala belum adanya lisensi atas usaha tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang berupaya mematenkan hak ciptanya karena kegiatan ini berada di bawah pembinaan DLH,” jelasnya.
Melalui pencapaian ini, Dinas PMD Labuhanbatu berharap lahirnya inovasi-inovasi baru di desa dan kelurahan lain yang dapat mendorong peningkatan ekonomi kreatif masyarakat ke depan.
“Kami mengimbau kepada pemerintahan desa dan kelurahan lainnya untuk terus berpacu menggali potensi dan inovasi kreatif yang dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Labuhanbatu di masa mendatang,” pungkasnya. (Asarpua)
Reporter: Martin Tarigan












