ASARPUA.com – Medan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan di Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini tetap terjaga. Kondisi tersebut didukung oleh fungsi intermediasi yang masih berjalan baik, profil risiko yang terkendali, serta keberadaan jaringan lembaga jasa keuangan yang terus memberikan layanan kepada masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, Kamis, 25 Juni 2026 menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah, baik melalui penyaluran pembiayaan, peningkatan akses keuangan, edukasi masyarakat, pelindungan konsumen, maupun dukungan terhadap program prioritas nasional dan daerah.
“Stabilitas sektor jasa keuangan di Sumatera Utara tetap terjaga. Hal ini didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, akademisi, media, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor keuangan di daerah,” ungkap Triyoga.
Kinerja Bank Umum di Sumatera Utara pada Mei 2026 menunjukkan perkembangan positif. Total aset tercatat sebesar Rp372,6 triliun atau tumbuh 6,01 persen yoy. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp348,7 triliun atau tumbuh 7,11 persen yoy, dan kredit sebesar Rp320,6 triliun atau tumbuh 5,13 persen yoy.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.
Sebagai pembanding, pada periode yang sama, aset Bank Umum secara nasional tercatat sebesar Rp14.154 triliun atau tumbuh 11,91 persen yoy. Kredit Bank Umum nasional tercatat sebesar Rp8.917 triliun atau tumbuh 11,51 persen yoy, sedangkan DPK tercatat sebesar Rp10.294 triliun atau tumbuh 13,49 persen yoy.
Dari sisi ketahanan, perbankan di Sumatera Utara masih memiliki permodalan dan likuiditas yang memadai. Kualitas kredit juga relatif terjaga, dengan tetap memperhatikan perkembangan indikator risiko agar penyaluran pembiayaan dapat terus dilakukan secara sehat, prudent, dan berkelanjutan.
Kinerja Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah atau BPR/S di Sumatera Utara juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada April 2026. (Asarpua)
Penulis: Serasi Sembiring















