HeadlinePeristiwa

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Sumut

0
×

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Sumut

Sebarkan artikel ini
Ratusan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah universitas di Kota Medan mendatangi gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan Kamia (10/09/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. (Foto. Asarpua.com/tim)

ASARPUA.com – Medan – Ratusan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah universitas di Kota Medan mendatangi gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol Medan Kamia (10/09/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Begitu tiba, mahasiswa sudah dihadapkan dengan barisan Polisi Wanita (Polwan) di depan pintu gerbang DPRD Sumut. Di belakang para polwan yang membawa tulisan-tulisan imbauan aksi damai, terdapat sejumlah petugas polisi laki-laki yang turut berjaga.

Dari atas mobil komando, salah seorang mahasiswa menyampaikan orasinya. Mereka menegaskan keinginannya untuk bertemu dan menyampaikan aspirasinya secara langsung dengan wakil rakyat di DPRD Sumut.

“Kami kesini mau ketemu dengan wakil-wakil rakyat yang kami gaji, bukan mau ketemu dengan petugas kepolisian. Jangan benturkan kami dengan polisi, hadirkan wakil-wakil rakyat itu kesini,” teriaknya.

Ia juga menegaskan, massa aksi tidak ingin dibenturkan dengan petugas kepolisian.

“Jangan benturkan kami dengan ibu-ibu Polwan, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Petugas kepolisian pun seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru menjadi pelindung para pejabat di dalam sana,” teriaknya lagi.

Seperti diketahui, massa aksi hadir ke DPRD Sumut untuk menyampaikan berbagai tuntutan aksi, baik tuntutan nasional maupun tuntutan daerah.

Untuk tuntutan nasional, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menuntaskan Reformasi Polri dan tidak hanya menjadi wacana. Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta pemerintah untuk menegakkan keadilan bagi Andrie Yunus dengan memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan secara transparan dan berkeadilan. Mahasiswa juga meminta dihentikannya segala bentuk impunitas dan represivitas aparat terhadap kebebasan berpendapat dan gerakan masyarakat sipil.

Sementara untuk tuntutan daerah, mahasiswa meminta dan mendesak pemerintah untuk mempercepat penyelesaian penanggulangan bencana Sumut. Selanjutnya, mahashiswa juga meminta pemerintah untuk memberantas peredaran narkotik di Sumut sampai ke akar-akarnya. Terakhir, massa aksi meminta dilakukannya evaluasi total tata kelola program Makan Bergizi Gratis di Sumut. (Asarpua)