HeadlineMedan

Pemko Medan Hadiri Pembukaan Forum Multipihak

5
×

Pemko Medan Hadiri Pembukaan Forum Multipihak

Sebarkan artikel ini
Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Walikota, Adlan, saat membuka Forum Multipihak “Penguatan Representasi dan Inklusi Perempuan dalam Anggaran (PRIMA)-Layanan Kesehatan dan WASH yang Inklusif di Kota Medan”, Selasa (11/08/2026) di Raflesia Room, Swiss-Belinn Gajah Mada Medan. (Foto. Asarpua.com/diskominfo medan)

ASARPUA.com – Medan – Walikota Medan, Rico Waas, tegaskan, keterlibatan perempuan dan kelompok penyandang disabilitas dalam proses perencanaan anggaran bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama untuk memastikan pembangunan kota berjalan adil dan inklusif. Suara kelompok rentan tersebut dituntut tidak hanya didengar, tetapi wajib menjadi pertimbangan nyata dalam menentukan kebijakan dan prioritas anggaran Pemko Medan.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Walikota, Adlan, saat membuka Forum Multipihak “Penguatan Representasi dan Inklusi Perempuan dalam Anggaran (PRIMA)-Layanan Kesehatan dan WASH yang Inklusif di Kota Medan”, Selasa (11/08/2026) di Raflesia Room, Swiss-Belinn Gajah Mada Medan.

Walikota menekankan pentingnya pemerataan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mencakup akses air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, serta pelayanan kesehatan. Secara khusus, Rico Waas menyoroti persoalan lingkungan dan infrastruktur yang masih dihadapi warga di kawasan pesisir.

“Pembangunan yang inklusif berarti tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal hanya karena kondisi lingkungan, keterbatasan fasilitas, maupun hambatan dalam memperoleh pelayanan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, seluruh fasilitas kesehatan di Kota Medan tidak hanya harus siap secara kuantitas, tetapi juga harus ramah dan mudah dijangkau oleh warga penyandang disabilitas.

Terkait keterlibatan perempuan, Walikota menilai kaum perempuan memiliki pengalaman harian yang sangat dekat dengan tata kelola kebutuhan dasar rumah tangga, seperti air bersih, sanitasi lingkungan, hingga kesehatan keluarga. Oleh sebab itu, kontribusi pemikiran perempuan sangat krusial dalam merumuskan program pembangunan.

Pemko Medan menyambut terbuka berbagai masukan dan rekomendasi dari Koalisi PRIMA serta seluruh elemen masyarakat. Seluruh aspirasi yang masuk akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025–2029 guna mewujudkan visi Medan Bertuah yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

“Kita ingin membangun kota yang kita cintai ini supaya semakin sehat, bersih, nyaman, dan dapat memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya. (Asarpua)