Pemkab Nisel Peringati Hari Guru Nasional ke – 73

37
Bupati Nisel Hilarius Duha memberi penghormatan bendera bersama peserta lainnya. (Foto. ASARPUA.com/halawa)

HaASARPUA.com – Nias Selatan – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 berlangsung di lapangan Orurusa Telukdalam, Senin (26/11/2018) bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Nisel Hilarius Duha dan komandan upacara Ferisman Laia.

Menteri Pendidikan RI dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Bupati Nisel,  Hilarius Duha mengatakan, atas nama pribadi dan pemerintah, mengucapkan selamat kepada semua guru dan tenaga kependidikan Indonesia, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. “Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya juga kami sampaikan  kepada guru atas dedikasi,  komitmen dan segala ikhtiar  yang  telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,”tandasnya.

Dia mengajak untuk berdoa agar  martabat guru semakin dijunjung  tinggi seiring dengan  meningkatnya  profesionalisme, dan diikuti  dengan peningkatan kesejahteraan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulianya. 

Ditengah-tengah  perayaan  Hari  Guru Nasional  ini, kata dia,   bangsa Indonesia  sedang menghadapi keprihatinan atas beberapa bencana. Dua bencana terbesar baru terjadi di Nusa  Tenggara Barat dan Sulawesi  Tengah. Tidak kurang dari 22 ribu  orang guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik  telah menjadi korban, baik yang meninggal dunia,  luka  berat,  kehilangan sanak keluarga,  maupun  yang kehilangan tempat  tinggal. “Kita doakan semoga  senantiasa  memberikan  ketabahan dan kekuatan kepada  para guru beserta keluarganya,” ucapnya.

Sebagai Tema Hari Guru Nasional tahun 2018  ini, sambungnya, adalah  “Meningkatkan  Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”. Tema tersebut dipilih  mengingat tantangan pendidikan  di abad 21 semakin  berat. Hal  ini  meniscayakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan  kualitas  agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor harus disikapi dengan  arif  karena  telah  mengubah  peradaban  manusia  secara  fundamental. Untuk  itu,  diperlukan  guru  yang  profesional;  guru  yang  mampu  memanfaatkan kemajuan  teknologi  informasi  yang  supercepat  tersebut untuk  meningkatkan kualitas proses  belajar mengajar pada setiap  satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan sumber daya  manusia (SDM) yang unggul  dengan kompetensi global.

Akan tetapi, walaupun teknologi  informasi  berkembang  demikian  cepat  dan sumber-sumber  belajar  begitu  mudah diperoleh, peran  guru  sebagai  pendidik tidak  tergantikan oleh kemajuan  teknologi  tersebut. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar,  membimbing, mengarahkan,  melatih, menilai dan mengevaluasi  setiap  peserta  didik. Oleh  sebab  itu,  profesi  guru  sangat  lekat dengan integritas dan kepribadian; guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar  pengembangan karakter peserta  didik dalam kehidupannya,  termasuk  dalam  pemanfaatan  kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya.

Saat  ini kurang bijak rasanya  jika  kita  hanya menyalahkan  dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. Kita harus mampu mengarahkannya menjadi potensi  positif alih-alih  terkena  dampak  negatifnya. Terlebih  pada  tahun  2019 yang  akan datang,  penetrasi  revolusi industri  keempat  tersebut  akan  masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Oleh sebab itu, peningkatan  profesionalisme  guru  menjadi  penting  karena  hal  itu  merupakan salah  satu  syarat  utama  dalam  pewujudan  pendidikan  yang  berkualitas  dan berkarakter  serta  menguasai  kecakapan  abad  21  yang  dibutuhkan  oleh  setiap peserta didik.

Selain itu, dalam  rangka  perluasan  akses,  pemerataan  mutu,  dan  percepatan terwujudnya guru profesional, pada tahun mendatang, Kemendikbud akan menerapkan Kebijakan Sistem Zonasi. “Kebijakan sistem zonasi itu diharapkan akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air,  memudahkan  penanganan  dan pengelolaan guru, mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir,  dan  penyaluran  bantuan  penyelenggaraan  berbagai  kegiatan  yang dilakukan  oleh  guru,  kepala  sekolah,  dan  pengawas  sekolah.  Kegiatan-kegiatan itu dapat dilakukan melalui kegiatan di kelompok/musywarah kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah (KKG, MGMP, KKS, MKPS, KKPS, atau MKPS),”tuturnya.

Lebih lanjut ia katakan, terdapat tiga ciri guru profesional untuk harus dimiliki oleh para guru, yakni  guru  profesional  adalah  guru  yang  telah  memenuhi  kompetensi  dan keahlian  inti  sebagai  pendidik,  seorang  guru hendaknya  mampu  membangun kesejawatan dan seorang guru juga hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. “Para  guru  Indonesia  adalah  para  pejuang  pendidikan  sesungguhnya dalam menjalankan  peran,  tugas,  dan  tanggung  jawab  mulia  sebagai  panggilan  jiwa. Dengan  segala  tantangan  dan  hambatan,  para  guru  Indonesia  berada  di  garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa,”tukasnya.

Oleh itu, ia mengajak untuk menjadikan  Hari  Guru  Nasional  ini  sebagai  semangat membangun  peradaban  bangsa  sehingga  Indonesia  menjadi  bangsa berbudaya,  cerdas,  bermutu  dan  berkarakter,  serta  mampu  bersaing  dalam kancah pergaulan global.

Turut hadir saat itu, sejumlah unsur Forkopimda Nisel,para pimpinan OPD di lingkungan Pemda Nisel, para guru dan siswa SD, SMP, SMA sekitar kota Telukdalam. Usai upacara, dilanjutkan dengan atraksi marching band dari SMP negeri 1 Telukdalam, dan pertunjukkan sanggar budaya lintas siswa SMP. (as-hal)