ASARPUA.com – Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan diskusi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematangsiantar terkait teknis pengendalian inflasi di Kabupaten Labuhanbatu. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hasan Heri Rambe, di ruang rapat Sekda, Kantor Bupati, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Kamis (15/01/2026).
“Rapat ini difokuskan pada pembahasan langkah-langkah konkret dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas pangan yang menjadi pemicu utama inflasi di tingkat daerah,” kata Sekda Hasan Heri.
Hasan Heri menekankan pentingnya implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, dalam mengantisipasi inflasi daerah.
“Kita perlu memastikan bahwa rantai pasokan pangan tidak terhambat. Melalui diskusi teknis ini, kita membedah data dari Bank Indonesia untuk menentukan di titik mana intervensi pemerintah paling dibutuhkan, baik melalui operasi pasar maupun subsidi transportasi,” ujar Sekda.
Perwakilan Bank Indonesia
Pematangsiantar, Jansen, dalam diskusi tersebut memberikan paparan mengenai proyeksi inflasi serta analisis makroekonomi wilayah.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berbasis data (data-driven policy), sehingga langkah yang diambil oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi lebih akurat dan efektif,” sebutnya.
Turut hadir Perwakilan BI Pematangsiantar, Hendrik, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Ikramsyah Putra Nasution MSi, Kadis Pertanian Ir H Agus Salim Ritonga, Kadis Ketahanan Pangan Prandi A Nasution, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Chairuddin Nasution, Kadis Peternakan, Kadis Kelautan dan Perikanan, pihak Dinas Koperasi dan UMKM dan peserta dari berbagai OPD terkait. (Asarpua)
Reporter: Martin Tarigan

