Ngaku Bukan Luberan dari TPA Terjun, DKP Bersihkan Sampah Danau Siombak

99
Sampah berserakan mencemari Danau Siombak menjadi salah satu penyebab minimnya pengunjung di danau buatan yang sesungguhnya memiliki daya tarik dalam ketenangannya. (Foto. ASARPUA.com/hpm)

ASARPUA.com – Medan – Meski ngakunya sampah yang berserakan di pinggir Danau Siombak bukan hasil melubernya sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) Terjun, tapi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan akhirnya membersihkan sampah di Danau Siombak Jalan Pasar Nippon, Medan Marelan, Jumat (08/02/2019) pagi.

Danau buatan yang diapit Sungai Deli dan Sungai Terjun ini sebenarnya dikelola secara pribadi namun ternyata yang membersihkan sampahnya adalah DKP Kota Medan sesuai instruksi dari Walikota Medan Dzulmi Eldin.

Atas instruksi orang nomor satu Kota Medan itu, Kadis DKP M Husni pun langsung mengerahkan seratusan petugas untuk melakukan pembersihan sampah di pinggiran danau yang memiliki luas sekitar 40 hektare dengan kedalaman lebih kurang 12 meter itu. Pembersihan dilakukan secara manual sejak pukul 08.00 WIB petugas DKP menggunakan penggaruk dan jaring untuk mengangkut sampah yang mengapung di pinggiran danau.

Guna memaksimalkan pembersihan, petugas DKP dibantu petugas Babinsa dan jajaran Kecamatan Medan Marelan menggunakan rakit para pekerja dilengkapi pelampung melakukan pembersihan. Sampah ditempatkan di kotak sampah dan dimasukkan dalam truk selanjutnya dibawa TPA Terjun.

Kadis DKP Kota Medan HM Husni didampingi Dr Indra Utama pengamat lingkungan mengatakan, sampah yang berserakan di Danau Siombak ditengarai berasal dari aktifitas buangan sampah liar sebagian masyarakat (perumahan) yang tinggal di bantaran Sungai Terjun dan Sungai Bederah. Sebab, berdasarkan tim yang telah diturunkan DKP langsung ke lokasi, hanya aliran kedua sungai itulah yang mengalir langsung ke Danau Siombak.

“Ketika air pasang terjadi, sampah-sampah dari bantaran kedua sungai ini terbawa hingga Danau Siombak. Jadi sampah-sampah ini bukan berasal dari TPA Terjun seperti yang dikeluhkan,” kata Husni.

Berdasarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan tim DKP, struktur jenis sampah yang ada di pinggiran Danau Siombak berbeda dengan di TPA Terjun. Ditambah lagi tambak/kolam maupun alur paluh yang berbatasan langsung  dengan pengelolaan sampah di TPA terjun tidak satu pun  yang terindikasi tercemar sampah.

“Apalagi  kawasan TPA Terjun yang berbatasan langsung dengan alur paluh merupakan lokasi yang sudah tidak aktif dan sudah lama tidak dipergunakan untuk pembuangan sampah. Oleh karenanya kecil kemungkinan sampah  jatuh dan masuk dalam alur palur. Apalagi antara TPA dan alur palung masih dibatasi dengan rawa-rawa,” jelasnya.

Selanjutnya menyikapi masuknya kembali sampah dalam Danau Siombak, Husni mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera II selaku pihak yang menangani masalah sungai untuk mengatasi bagaimana agar sampah-sampah yang berasal dari kedua sungai itu tidak masuk ke Danau Siombak.

Selain itu mantan Kadispenda Kota Medan itu juga menghimbau dan mengajak masyarakat yang tinggal di bantaran kedua sungai agar tidak buang sampah sembarangan. Sebab, sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya mencemarkan lingkungan dan sungai tetapi juga Danau Siom bak yang saat ini merupakan salah satu ikon wisata air yang ada di Kota Medan.

“Upaya yang kita lakukan dalam melakukan pembersihan akan kembali sia-sia apabila masyarakat masih suka buang sembarangan. Oleh karenanya upaya pembersihan yang kita lakukan harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Artinya, masyarakat  harus ikut menjaga kebersihan wilayah tempat tinggalnya dengan tidak buang sampah sembarangan. Sampah rumah tangga yang ada tempatkan dalam wadah dan letatkkan depan rumah, petugas kebersihan pasti akan mengangkatnya,” pesannya.

Sementara itu Sekcam Medan Marelan Suhariadi juga membenarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan tim DKP. Ditegaskannya, sampah yang mencemari Danau Siombak bukan berasal dari TPA Terjun melainkan Sungai Terjun dan Sungai Bederah. “Kita tahu itu, sampah-sampah yang ada di Danau Siombak itu bukan berasal dari TPA Terjun tetapi sampah dari Sungai Terjun dan Sungai Bederah,” tegas Suhariadi.

Kemudian Suhariadi menambahkan, Danau Siombak saat ini milik pribadi yang mana oleh pemiliknya telah dijadikan menjadi objek wisata air. Tempat ini ramai dikunjungi, terutama hari libur. Di tempat itu tersedia dua perahu bermotor yang siap membawa pengunjung keliling untuk menikmati keindahan Danau Siombak. (as-01)