asarpua.com

Masyarakat Karo Kecewa, Rehab Jambur Djamin Ginting Hilangkan Ornamen Karo

ASARPUA.com - Deliserdang - Warga Suku Karo di Deliserdang mengkritik hasil renovasi balai pertemuan (Jambur) Djamin Ginting yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. (Foto. Asarpua.com/handover)

ASARPUA.com – Deliserdang – Warga Suku Karo di Deliserdang mengkritik hasil renovasi balai pertemuan (Jambur) Djamin Ginting yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Pasalnya, bangunan cagar budaya jambur yang direhab tersebut tidak ada ornamen ‘kepala kerbau’ berikut tanduknya, lukisan ayau-ayau dan ornamen pengeret-eret tidak terlihat di atas Jambur Jamin Ginting, Senin (10/06/2024).

Menanggapi hal ini, Pemerhati Budaya Karo Nurdin Gurusinga, yang sudah menggeluti lebih kurang 25 tahun di Sanggar Tari Budaya Karo ini menyampaikan kritikan dan saran tentang hasil dari renovasi Jambur Jamin Ginting tersebut yang terletak di Desa Tengah, Kecamatan Pancur batu, Kabupaten Deliserdang, tidak sesuai dengan harapan masyarakat suku Karo.

“Pemugaran jambur cagar budaya itu, tidak seperti dengan keasliannya. Seperti yang terlihat bentuk fisik, lukisan ayau-ayau, gambar ornamen cicak dan juga kepala kerbau tidak terlihat di Jambur Jamin Ginting. Saya harap kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang, tolong Jambur Jamin Ginting ini diperhatikan. Supaya kebudayaan Karo tetap kita lestarikan bersama-sama,” ungkap Nurdin Gurusinga.

Sementara itu, Hermanto Ginting, salah satu Warga Karo juga merasa malu melihat Jambur Jamin Ginting. Pasalnya, di jambur tersebut tidak terlihat lambang ornamen ciri khas masyarakat Karo.

“Mohon kepada Bapak Bupati Deliserdang, bantulah kami. Perhatikan dan tanggapi kekecewaan kami ini,” kata Hermanto.

Di lain pihak, Charles Bronson Surbakti selaku Ketua Rumah Aspirasi Masyarakat Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Kabupaten Deliserdang, membenarkan adanya keluhan dan kekecewaan dari tokoh masyarakat Karo di Desa Pancurbatu.

“Kami menduga ada indikasi korupsi dalam pengerjaan renovasi Jambur Jamin Ginting tersebut, karena pengerjaannya asal jadi, sebelumnya pun belum sampai setahun sudah rusak, kemudian diperbaiki. Setelah diperbaiki pun masih banyak kerusakan-kerusakannya,” Charles.

Pihaknya berharap, cagar budaya Jambur Djamin Ginting tersebut tidak dialihfungsikan. (Asarpua)

Penulis : Serasi Sembiring