Gubsu di Langkat: Petani Harus Bermartabat

63
Gubsu Edy Rahmayadi Gubsu juga sempat menjajal mesin traktor dan transplanter  atau alat penanam padi bantuan untuk petani, Kamis (29/11/2018).(Foto. ASARPUA.com/humpes)

ASARPUA.com – Langkat – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengharapkan para petani, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), dapat lebih mandiri dan bermartabat, tidak terlalu mengharapkan bantuan dari pemerintah. Karena, selain tanahnya subur, daerah ini juga kaya akan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.

Hal itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi ketika menghadiri kegiatan Perencanaan Program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera), sekaligus Gerakan Percepatan Tanam dan Penyerahan Bibit Tanaman, Ternak dan Alsintan yang diselenggarakan oleh Tim Bekerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Teluk Meku, Babalan, Langkat, Kamis (29/11/2018).

Gubsu berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani penerima bantuan. Sehingga dapat menghasilkan panen yang lebih banyak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Meski begitu, kata Edy Rahmayadi, seharusnya para petani tidak lagi mengharapkan bantuan seperti bibit dari pemerintah.  Petani seharusnya lebih mandiri dan mampu menunjukan hasil kepada pemerintah, bukan sebaliknya.

“Kecuali untuk hal-hal besar yang tidak bisa dilakukan masyarakat, seperti pengadaan irigasi. Masa benih pisang saja harus dikasih. Pisang ditanam, mau kita matiin saja susahnya setengah mati. Saya nggak tahu kok bisa sampai seperti ini,” ujarnya.

Gubsu juga sempat menjajal mesin traktor dan transplanter  atau alat penanam padi bantuan untuk petani. Gubsu pun berhasil menanam padi dengan alat tersebut hingga beberapa baris. Tampak bibit padi sawah yang telah tertanam rapi berkat bantuan transplanter.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti yang mewakili Menteri Pertanian RI mengatakan, program tersebut diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan kurang dari 10 %, dari target sebelumnya 14 %. Tahun 2018, program ini dilakukan di 10 provinsi.

“Tahun depan, Kementerian Pertanian lebih terdorong lagi upaya percepatan pengurangan kemiskinan dengan memberikan bantuan di 20 provinsi dengan jumlah bantuan yang dilipatgandakan,” kata Idha. (as-01)