ASARPUA.com – Karo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo bergerak cepat dan sigap dalam menangani kejadian dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah peserta didik di wilayah Karo.
Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo Gelora Ginting, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi pada Jumat (14/08/2026).
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Karo, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan penanganan medis seluruh korban berjalan secara optimal dan maksimal.
Dalam peninjauannya, Bupati Karo menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam serta menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh pembiayaan dan penanganan medis dipastikan tertangani dengan baik oleh pihak fasilitas kesehatan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan perawatan medis yang terbaik dan intensif. Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda dan tim medis terus berkoordinasi 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan para korban,” tegas Bupati Karo di sela-sela peninjauan.
Rekapitulasi Penanganan Medis Korban SPPG Karo Berastagi Sempajaya
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan medis sementara dari Tim Satgas / Dinas Kesehatan Kabupaten Karo per 14 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat data perkembangan pasien sebagai berikut:
Rumah Sakit Efarina Etaham berjumlah 101 pasien dengan perincian Rawat Inap 61 pasien, Dipulangkan 39 dan Rujukan 1 ke Rumah Sakit Haji Medan.
Rumah Sakit Umum Kabanjahe berumlah 35 pasien dengan perincian Rawat Inap 2 pasien, Dipulangkan 32 pasien dan Rujukan 1 pasien ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan
Sementara Rumah Sakit Amanda Raya Berastagi Jumlah 212 pasien dengan perincian Rawat Inap 46 pasien dan Dipulangkan 166 serta Rujukan tidak ada.
RS Mina Kabanjahe dengan jumlah 5 pasien dengan perincian rawat Inap tidak ada , dipulangkan 5 pasien dan rujukan tidak ada, serta Rumah Sakit Yoreskitha rawat Inap hanya 1 pasien.
Jadi total keseluruhan diduga siswa keracunan MBG di Berastagi sejumlah 354 Orang antara lain : rawat Inap 110, dipulangkan 242 serta ujukan 2 orang.
Ringkasan data: total peserta didik terdampak: 354 orang, total pasien rawat inap: 110 orang, total pasien dipulangkan (kondisi membaik): 242 orang dan total pasien rujukan: 2 orang, yaitu: Rumah Sakit Bina Kasih Medan: a.n. Inka Kristi Br Ginting (Indikasi/Riwayat Epilepsi) sementara Rumah Sakit Haji Medan: a.n. Krismas Dayanti Br Sihite (Sakit perut dan mual).
Pemerintah Kabupaten Karo bersama pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan saat ini juga tengah mengawal proses investigasi laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya gangguan kesehatan massal ini.
Pemkab Karo mengimbau kepada masyarakat dan para orang tua siswa untuk tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan dan investigasi sepenuhnya kepada pihak berwenang. Informasi perkembangan kondisi pasien akan terus diperbarui secara berkala secara transparan. (Asarpua)
Penulis: Serasi Sembiring












