Buka Musrenbang 2020 Gubsu Minta Perencanaan Tidak Asal

47
Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah,  Sekdaprovsu R Sabrina,  dan para pejabat instansi terkait membuka Musrembang RKPD Provinsi Sumut 2020 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan (12/04/2019). (Foto. ASARPUA.com/humpes)

ASARPUA.com – Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2020 di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (12/04/2019). Dalam sambutannya, disampaikan ada lima prioritas pembangunan yang diminta agar pelaksanaannya tidak ‘asal jadi’.

“Saya bersyukur karena masih ada yang punya niat membangun Sumut ini. Seperti disampaikan bahwa Sumut sudah pada posisi yang baik.  Ini belum dipimpin sudah dalam posisi itu. Kenapa?  Karena potensi wilayah Sumut jauh lebih baik daripada provinsi yang lain,” ujar Gubsu di hadapan seribuan peserta yang hadir dari seluruh kabupaten/kota se-Sumut.

Gubsu menyebutkan dalam kepemimpinannya, ada program prioritas bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan tema ‘Membangun Desa, Menata Kota’. Adapun yang pertama yakni peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan, penyediaan layanan kesehatan berkualitas serta peningkatan daya saing sektor agraris dan pariwisata.

“Peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan, tahun ini naik (menjadi) Rp90.000 (per bulan untuk guru honor). Saya mau 2020 sudah Rp 120.000 (per bulan). Saya butuh sumber daya manusia (SDM), guru kan harus menjadi prioritas. Memang benar, kenaikannya besar. Namun itu tidak masalah, karena kita butuh jangka panjang, guru ini harus benar-benar ada kesejahteraannya,” jelas Edy.

Selanjutnya, Edy menyinggung soal infrastruktur. Perbandingan kondisi jalan nasional di Sumut dibandingkan Riau, Aceh dan Sumbar menurutnya, begitu buruk. Sehingga perlu ada perhatian serius khususnya dari pemerintah pusat.

“Soal pariwisata, kita diminta (target) satu juta orang (wisatawan) datang ke Sumut. Sampai di sini, apa yang mau mereka lihat. Ada Danau Toba, itu dari dahulu sudah ada. Tolong ditata dengan baik, sehingga orang (senang) datang ke sana,” kata Edy.

Lebih jauh ditegaskan Edy, rencana pembangunan disiapkan sedemikian rupa dengan serius. Sebab meskipun sedikit, jika disusun jelas dan baik, lebih baik dari yang banyak tetapi tidak dikerjakan bahkan tak seusai kebutuhan.

“Inikan harus jelas kita ini, Musrenbang itu, biar sedikit rencananya tetapi dikerjakan. Jangan asal lewat (dijalankan), jadi. Sebenarnya kalau dikelola dengan baik, maka Sumut ini bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Saingannya adalah Malaysia dan Singapura,” tegas Edy. (as-01)