Akhyar Hadiri Pemberangkatan Satgas Yonif 125/Simbisa ke Perbatasan RI-PNG

116
Plt Walikota Medan Akhyar Nasution menghadiri  upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri  (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan  melaksanakan  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/05/2020). (Foto. ASARPUA.com/hpm)

ASARPUA.com – Medan – Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan Akhyar Nasution menghadiri  upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri  (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan  melaksanakan  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/05/2020).

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah memimpin upacara pemberangkatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut. Suasana haru mewarnai pemberangkatan, terutama dari  keluarga para prajurit tersebut. Dengan berlinang air mata,  mereka melepas kepergian orang yang sangat dicintai untuk melaksanakan tugas mulia yakni menjaga perbatasan Indonesia dengan PNG.

Dikatakan Pangdam, kepercayaan, bangsa, negara dan pimpinan yang telah diberikan kepada Yonif 125/Simbisa merupakan kehormatan dan kebanggaan karena pada hakikatnya seorang prajurit dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas mulia seperti ini. Oleh karenanya Pangdam berharap, Satgas Yonif 125/Simbisa mampu mengemban tugas mulia dan menjaga kehormatan satuan dan dirinya, kehormatan Kodam I/BB, kehormatan TNI Angkatan Darat sekaligus menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya Pangdam mengingatkan, di perbatasan nanti masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran baik itu lintas batas, penyelundupan, pergeseran patok serta aksi-aksi kelompok bersenjata. Dikaitkan dengan perkembangan situasi terakhir di wilayah operasi, khususnya di wilayah perbatasan, jelas Pangdam, masih ada juga kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Untuk itu kalian harus terus waspada, siap siaga dan penuh kesungguhan untuk dalam menjalankan tugas melakukan pengamanan di wilayah perbatasan nanti. Sadari ini bukan tugas ringan tetapi akan terasa tidak berat apabila kalian melaksanakannya dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab. Ingat, kalian adalah prajurit Kodam I/BB yang terpilih dan terlatih. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, tunjukkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional dngan tetap sabar, waspada namun tegas dalam beertindak.

Selain itu tambah Pangdam lagi,  para prajurit juga harus mengedepankan sikap profesionalisme dan tidak mudah terpancing oleh provokatif yang negatif sehingga akhirnya akan merugikan nama prajurit  dan kesatuan. Di samping itu Pangdam juga memberikan penekanan kepada prajurit untuk dilaksanakan selama penugasan.

Pertama kata Pangdam, pelihara keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas dimana pun berada. Kedua, laksanakan tugas dengan memadukan operasi teritorial dan intelijen serta operasi tempur secara professional dan proporsional sesuai prosedur yang berlaku dan telah dilatihkan.

Ketiga imbuh Pangdam, pahami dan hormati kultur maupun adat istiadat masyarakat setempat. Serta rebut simpatik masyarakat sehingga terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat . “Kehadiran kalian dapat diterima masyarakat perbatasan dengan penuh rasa kekeluargaan.  Lalu, jalin komunikasi yang harmonis dengan aparat pemrintah setempat dan tokoh adat sehingga kendala yang dihadapi di lapangan dapat diatasi dengan baik.(as-01)