ASARPUA.com – Labuhanbatu – Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, menegaskan penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya penanggulangan bencana membutuhkan sinergi dan kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
Hal tersebut disampaikan bupati melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs Sarimpunan Ritonga, saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I ASN OPD Labuhanbatu di Lapangan Balai Diklat, BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Senin (10/8).
Sarimpunan mengatakan, kolaborasi 3 elemen tersebut juga tercermin dalam lambang segitiga BPBD yang menggambarkan kemitraan sebagai fondasi membangun daerah yang tangguh menghadapi bencana.
“Keberhasilan penanggulangan bencana tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dengan semangat kebersamaan, disiplin dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan Kabupaten Labuhanbatu yang aman, tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana,” sebutnya.
Ia menyebutkan, komitmen Pemkab Labuhanbatu diperkuat dengan Perda Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Perbup Nomor 47 Tahun 2025 tentang Status Keadaan Darurat Bencana. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, bencana terbagi 3, yaitu bencana alam, nonalam dan sosial.
“Untuk menekan risiko bencana, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga lingkungan. Langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan, mencegah kebakaran, menggunakan air secara bijak, menerapkan gerakan LISA (Lihat Sampah Ambil), menjaga kerukunan serta meningkatkan edukasi kebencanaan,” pesannya.
Apel tersebut diikuti Staf Ahli Bupati Turing Ritonga, Asisten II Ikramsyah Putra Nasution, Asisten III Zaid Harahap, para kepala OPD, pejabat struktural, pejabat fungsional dan staf ASN peserta apel gabungan tersebut. (Asarpua)
Reporter: Martin Tarigan












