strong>ASARPUA.com – Yogyakarta – Juni, 2026 – Industri kecantikan terus berkembang dengan produk-produk yang semakin beragam. Dari perawatan kulit dan tubuh, hingga makeup, ada banyak pilihan yang disesuaikan dengan berbagai jenis kulit.
Jakpat mengadakan sejumlah survei untuk mengetahui perilaku dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan berbagai produk kecantikan pada tahun 2025. Laporan yang melibatkan total hampir 5.000 responden Jakpat ini membahas tiga kategori: makeup, perawatan wajah (skincare), serta perawatan tubuh & rambut (body & hair care). Para responden terdiri dari Gen Z, Milenial, dan Gen X.
Tren Makeup 2025: Kualitas Produk Geser Peran Influencer
Pada 2025, hampir semua responden menggunakan produk bibir (99%) dan produk wajah (97%). Makeup lain yang juga digunakan adalah produk mata (80%) dan alis (69%). Riset ini melibatkan 1290 responden perempuan.
Pada kategori bibir, tiga produk yang paling banyak digunakan adalah lipstick (55%), lip cream (52%), dan lip balm (48%). Sementara, complexion seperti liquid complexion atau cushion; adalah kategori yang paling banyak digunakan untuk produk wajah dengan persentase 85%, disusul bedak wajah (69%).
Kualitas dan hasil pada kulit menjadi faktor utama konsumen dalam memilih makeup, dengan skor tertinggi 4,48 dari 5. Menyusul di belakangnya adalah aspek harga dan promosi (4,36), serta kredibilitas dan informasi produk (3,87). Sementara itu, rekomendasi dari orang sekitar maupun beauty influencer memperoleh skor 3,52.
“Dari hasil riset, ditemukan bahwa peran beauty influencer ini cukup dominan menjadi source of awareness, namun belum mampu menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian,” tutur Head of Research Jakpat, Aska Primardi.
Ia melanjutkan, “Nampaknya hal ini relevan dengan isu beberapa waktu lalu tentang kredibilitas influencer yang dipertanyakan karena memberikan informasi yang kurang tepat, sehingga muncul wacana perlunya sertifikasi influencer di Indonesia seperti yang sudah dilakukan di China maupun Singapura.”
Body Care Kini Jadi Investasi Kesehatan, Bukan Sekadar Tren
Salah satu kategori body care yang disoroti Jakpat adalah pelembap tubuh (body lotion). Pelembap adalah atribut paling penting untuk body lotion secara keseluruhan, dengan skor 4,59 dari 5, diikuti oleh SPF dan bahan aktif sebagai prioritas sekunder. Riset ini melibatkan 1249 responden perempuan dan laki-laki pengguna produk tersebut.
Saat memilih body lotion, 7 dari 10 responden mengutamakan kecocokan dengan kulit mereka. Indikator penting lainnya adalah aroma (67%) dan formula yang melembapkan (61%), diikuti oleh pertimbangan harga (54%) serta hasil pemakaian pada kulit (50%).
Jakpat menyimpulkan, bila dilihat secara umum, perubahan perilaku konsumen body care di Indonesia menunjukkan bahwa faktor harga tidak lagi menjadi pertimbangan utama karena meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas, keamanan, dan kecocokan produk dengan kondisi kulit.
“Hal ini menjadi semakin menarik jika dilihat dalam konteks ekonomi 2026, di mana banyak rumah tangga menghadapi kondisi pendapatan yang cenderung stagnan sementara pengeluaran terus meningkat. Meskipun demikian, untuk kategori body care, konsumen tetap memprioritaskan kualitas dibanding harga, karena risiko kesalahan penggunaan produk dianggap lebih tinggi dalam jangka panjang,” terang Aska.
Ia menambahkan, “Konsumen kini lebih teredukasi mengenai kandungan bahan aktif, risiko efek samping, serta dampak jangka panjang, dan semakin dipengaruhi oleh ulasan pengguna di platform seperti TikTok dan Instagram. Body care juga diposisikan sebagai bagian dari self-care serta investasi kesehatan kulit dan tubuh, sehingga keputusan pembelian lebih didasarkan pada efektivitas dan rasa aman dibandingkan sekadar harga.”
Merek apa saja yang masuk 5 besar pada masing-masing kategori produk kecantikan? Berapa rata-rata pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli produk kecantikan? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat tentang tren kecantikan 2025. (Asarpua/rel)















