ASARPUA.com – Medan – Memasuki hari keenam bulan suci Ramadan, suasana di sepanjang Jalan Dr. Mansyur khususnya di depan Universiras Sumatera Utara (USU) tampak lebih ramai dari biasanya, Senin (23/02/2026).
Sejak sore hari, ratusan warga memadati sisi jalan untuk berburu takjil sebagai menu berbuka puasa. Aroma gorengan hangat, manisnya kolak, hingga segarnya aneka minuman dingin bercampur menjadi satu, menciptakan suasana khas Ramadan yang begitu terasa.
Mayoritas pemburu takjil terlihat didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi dari USU yang memang berlokasi tidak jauh dari kawasan tersebut. Selepas aktivitas perkuliahan, mereka memanfaatkan waktu menjelang magrib untuk membeli hidangan berbuka, baik untuk dinikmati bersama teman kos maupun dibawa pulang.
Menariknya, para penjual takjil di kawasan ini tidak hanya berasal dari warga sekitar. Sejumlah mahasiswa juga turut ambil bagian membuka lapak sederhana di tepi jalan. Mereka menawarkan beragam menu seperti risol, pastel, aneka es buah, hingga makanan berat dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.
Momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk menambah pemasukan sekaligus melatih jiwa wirausaha. Sementara itu, para pembeli merasa terbantu dengan banyaknya pilihan menu yang praktis dan terjangkau.
Keramaian semakin terasa menjelang waktu berbuka. Kendaraan melambat, pejalan kaki silih berganti menawar dan memilih dagangan, sementara adzan magrib menjadi penanda berakhirnya aktivitas jual beli sore itu.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kebersamaan, semangat berbagi, dan pergerakan ekonomi kecil yang tumbuh di tengah masyarakat. Di hari keenam puasa ini, Jalan Dr. Mansyur kembali menjadi saksi hangatnya tradisi berburu takjil di Kota Medan. (Asarpua)
Penulis: Cleo Patra br Karo Sekali

