Keseruan Petani Tanam Jagung Bersama Babinsa di Gunungsitoli

41
Keseruan di Kelompok Tani Ceria Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli mendapat pendampingan UPSUS pertanian dalam rangka penaman jagung hari ini Rabu (03/07/2019). (Foto. ASARPUA.com/aliasa telaumbanua)

ASARPUA.com – Gunungsitoli –
Budidaya tanaman jagung kini dikembangkan para petani di Gunungsitoli Sumatera Utara, selain memiliki nilai jual yang tinggi produk jenis plawija itu jika diolah menjadi alternatif utama untuk pakan ternak seperti ayam dan babi.

Terpantau disejumlah lokasi aktivitas petani melakukan penanaman pada bedengan dalam petak lahan yang sudah disiapkan lebih dahulu berupa penggemburan dan sterilisasi tanah dari bakteri.

Seperti halnya keseruan di Kelompok Tani Ceria Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli mendapat pendampingan UPSUS pertanian dalam rangka penaman jagung hari ini Rabu (03/07/2019).

Di atas lahan seluas 1 Ha berhasil menyelesaikan penanaman jagung Hibrida P32 SINGA dengan Varietas 030HLMAF dihadiri puluhan anggota kelompok tani tersebut.

Keseruan di Kelompok Tani Ceria Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli mendapat pendampingan UPSUS pertanian dalam rangka penaman jagung hari ini Rabu (03/07/2019). (Foto. ASARPUA.com/aliasa)

Dua anggota Babinsa TNI dari Ramil 01 Gunungsitoli Dim 0213/Nias Rem 023 Kodam I/ BB yakni Sertu Firman Zega dan Praka Pesta B.Zebua berada sejajar di tengah petani menerapkan cara menanam jagung yang baik dan benar.

“Seru dan sangat asyik dirasakan bagi kami petani hari ini karena didampingi TNI dalam aktivitas menanam jagung,  banyak ilmu kami petik dalam kenersamaan para Babinsa TNI ini.” ucap Ina Hasrat Harefa ketua Kelompok Tani Ceria.

Sementara kedua Babinsa tersebut menuturkan kehadiran mereka di tengah para petani untu berbagi pengalaman dan potensi selain tupoksi utama Babinsa yang hanya harus tinggal di tengah warga desa memberikan pembinaan.

Selama masa tanam hingga perawatan jelang masa panen nanti,  petani merindukan kejadiran TNI selalu karena dinakini mampu menggugah semangat untuk membudidayaka  tanaman jagung yang telah menjadi makanan kuliner khas Nias disamping sebagai pakan ternak di daerah itu. (as-aliasa)