asarpua.com

Galian C Biru-biru Tetap Beroperasi Aparat “Tutup Mata”

ASARPUA.com – Deliserdabg – Galian C Biru-biru tetap beroperasi aparat “tutup mata” Tampaknya aktifitas pengusah galian C di Birubiru yang mendapat sorotan dari berbagai kalangan, tidak menghentikan aktifitasnya.Pantauan media ini,Kamis (30/04/2020) karyawan alat berat berupa bekho serta puluhan truk raksasa tetap mengeksploitasi material Sei Seruai.

Masyarakat kawasan Desa Buluh Nipis serta Namo Punti Kec. Birubiru menyayangkan sikap aparat di daerah tersebut yang seakan tutup mata.

“Siapa pun yang melihat aktifitas galian c ini dipastikan geleng kepala.Sebab, tanpa kendala pengusaha tersebut menguras isi perut sungai demi bisnisnya,” ujar warga bermarga Ginting yang ditemui di seputaran desa itu.

Menurut warga keberanian pengusaha berisial AB tersebut diduga akibat adanya beking di balik usaha itu. “Selain aparat di kecamatan itu juga diduga ada pejabat di tingkat kabupaten yang mendukung aktifitasnya. Kemaren, di depan Mapolsek Delitua pengusaha ini dengan enteng menyatakan tetap menjalankan bisnisnya,” ujar sumber tadi.

Sebelumnya, pihak aparat kepolisian setempat turun ke lokasi. Namun saksi mata menyebutkan tidak ada kebijakan yang membuat pengusaha menghentikan kegiatannya. oknum berseragam di belakang usahanya.

Informasi yang diperoleh di Kantor Camat Birubiru, kemarin mengatakan, pihak kecamatan mengeluarkan Surat nomor 503/207 tertanggal 17 Juni 2019 tentang penyetopan galian C di Desa Tanjung Sena Kecamatan Birubiru.

“Warga desa keberatan dengan operasional galian C,selain ruas jalan gampang hancur areal pertanian juga terganggu. Pihak kecamatan menerbitkan surat itu,” ujar sumber di kantor kecamatan.

Saat ini pengusaha ini tetap beroperasi, tanpa larangan meski diketahui ijinnya tidak ada. Aktifitas serupa di Desa Namo Punti Kecamatan Birubiru, dilakukan di badan sungai menggunakan alat berat.

“Berkali-kali aparat terkait melakukan peninjauan di lokasi, namun operasionalnya tanpa kendala,” ujarnya.

Merusak DAS
Saat berita ini dikirim ke redaksi , alat berat pengusaha tersebut terang-masih standby di seputaran Daerah Aliras Sungai (DAS) Sei Seruai. Meski telah diingatkan warga, namun tidak mengurangi keraguannya melanggar garis sempadan DAS. Bahkan kini, tanaman warga kena imbasnya tetapi pengerukan bahan-bahan material di sungai tetap berlangsung.

DAS yang dikuras oleh pengusaha galian C tersebut kini telah mencapai ratusan meter. Order material sungai itu diangkut truk bertonase raksasa ke berbagai daerah. Puluhan truk setiap hari material sungai dikeruk dan tidak ada pengawasan dari penguasa terkait. (as/rel)

Related News

Tinjau Persiapan Sail Nias 2019, Wagubsu: Event Ini Harus Sukses

Redaksi

10 Ribu Tenaga Kerja Rentan Kota Medan Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi

Kunjungi Asahan, Sutarto Dorong Perkebunan Penuhi Syarat Plasma dan CSR Untuk Masyarakat

Redaksi