asarpua.com

DPRD Medan Pertanyakan Kemampuan Dirut RS Bachtiar Djafar

Anggota Komisi II DPRD Medan dr Ade Taufiq SpOG (Foto. Asarpua.com/dokumen)

ASARPUA.com – Medan – Anggota Komisi II DPRD Medan dr Ade Taufiq SpOG mengaku prihatin setelah menerima keterangan dari Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RS) Bachtiar Djafar Muklis MKes terkait kondisi RS yang memprihatinkan tidak memiliki dokter spesialis dan minim sarana serta fasilitas lainnya. Tentu saja DPRD Medan mempertanyakan kemampuan Direktur Utama (Dirut) yang baru melakukan perobahan lebih baik.

Terbukti, hingga saat ini, RS milik Pemko Medan itu belum bisa memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat khususnya wilayah Medan Utara.

Dalam rapat evaluasi triwulan I kinerja pihak RS Bachtiar Djafar, di Ruang Komisi Gedung DPRD Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan belum lama ini, terungkap minimnya fasilitas SDM seperti tenaga medis dan alat kesehatan.

Saat rapat, dr Ade Taufiq SpOG mempertanyakan kemampuan Dirut Muklis terkait pengelolaan manajemen. Bahkan Ade Taifiq minta penjelasan kendala apa saja sehingga RS belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal sesuai harapan melayani masyarakat Belawan.

“Disini kemampuan pimpinan Dirut dituntut agar melakukan berbagai inovasi pengelolaan manajemen yang profesional,” tandas Taufik selaku dokter spesialias anak itu.

Tentu tambah Taufiq, pihak manajemen pertama sekali harus memetakan masalah kekurangan dan kelebihan RS. “Dirut harus mampu petakan kekuatan dan kelemahan. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk cari solusi. Saya dengar minimnya tenaga medis dan tidak berfungsinya OK (kamar bedah) hingga listrik sering padam selalu menjadi masalah.

Untuk itu, tambah Taufiq, pihak manajemen harus semangat pantang menyerah. Bersaing sehat memberikan pelayanan yang terbaik. “Pelayanan supaya ditingkatkan dan banyak yang harus dibenahi sarana dan prasarana,” sebutnya.

Dalam penjelasan Muklis disebutkan, dalam hunian BOR RS Bachtiar Djafar sangat rendah. Dari sekitar 100 tempat tidur hanya 40% yang terisi. Begitu juga soal klaim BPJS hanya sekitar Rp5 miliar tahun lalu.(Asarpua)

Related News

Tenis Meja Tebing Tinggi Raih Emas

Redaksi

Pj Sekdaprovsu Hadiri Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Penanaman Mangrove di Sumut Capai 8.307 Hektare

Redaksi

Polres Belawan Kerjasama dengan FKUB Bina Kerukunan Umat Beragama

Redaksi