Tekan Covid-19, Pemko Medan Terus Gencarkan Prokes, 3T dan Vaksin

188
Petugas Kesehatan saat melakukan tes swab di tempat bagi pelanggar Prokes. (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Walikota Bobby Nasution, telah melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di seluruh wilayah Kota Medan yang terdiri dari 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan. Bersama TNI/Polri dan elemen masyarakat, Pemko Medan berkolaborasi tekan Covid-19, dengan terus fokus gencar menegakkan protokol kesehatan (Prokes) 5M yakni: Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas di luar rumah.

Disamping tegas menegakkan disiplin Prokes, Pemko Medan yang sampai saat ini masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Empat juga terus tekan Covid-19 dengan meningkatkan 3T yaitu Testing, Tracing, Treatment. Terutama di sembilan kecamatan yang berada di zona merah yakni: Medan Helvetia (8 lingkungan), Medan Tuntungan (2 lingkungan), Medan Tembung (1 lingkungan), Medan Polonia (1 lingkungan), Medan Johor (2 lingkungan), Medan Area (2 lingkungan), Medan Timur (2 lingkungan, Medan Denai (1 lingkungan) dan Medan Labuhan (1 lingkungan). Pemko Medan menargetkan Testing sebanyak 23.170 tes per hari.

“Kami yakin bisa. Langkah kita tekan Covid-19 bisa, karena kita berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk TNI/Polri dan elemen masyarakat,” kata Walikota Medan Bobby Nasution saat Rakor dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Santika Dyandra, Sabtu (14/08/2021).

Bobby Nasution mengatakan Pemko Medan akan lebih massif tekan Covid-19 dengan melakukan Tracing dan Testing di masyarakat, terutama bagi warga yang telah melakukan kontak erat dengan warga terpapar Covid-19. Agar berjalan optimal, Bobby Nasution pun memerintahkan 160 petugas medis dari 41 Puskesmas ditambah 39 Puskesmas Pembantu serta petugas Babinsa dan Babinkamtibmas dari Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/BS untuk membantu pelaksanaan Tracing dan Testing.

“Nantinya, hasil Tracing dan  Testing yang dilakukan bila didapati warga positif Covid-19, maka akan diarahkan ke Rumah Sakit rujukan atau ke tempat Isolasi Terpadu (Isoter) yang disiapkan Pemko, tergantung kondisi pasien. Termasuk, jika harus isolasi lingkungan, kebutuhan masyarakat juga akan kita jamin, kita pantau dan memasok kebutuhan makanan hingga obat-obatan mereka. Ini langkah kita tekan dan putuskan pandemi ini,” kata Bobby Nasution.

Sedangkan untuk Tracing, target minimal 15 orang kontak erat dari pasien Covid-19. Saat ini, Tracing kontak erat yang terlaksana baru hanya 10 hingga 11 kontak erat dari setiap pasien Covid-19.

Untuk Treatment, jelas Bobby, dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan gejala. Jika gejala berat dan sedang dibawa ke Rumah Sakit. Sedangkan untuk yang memiliki gejala sedang hingga ringan akan diisolasi dengan ketat di tempat Isoter milik Pemko Medan di tiga lokasi yaitu 1. Gedung Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Jalan Setia Budi Medan Helvetia (120 bed), 2. Gedung bekas Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon Medan (240 bed) dan 3. Isoter Terapung Kapal KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan (462 bed).

Baca Juga  Bupati Sergai Harap Dekranasda Tingkatkan Promosi dan Pemasaran

Sementara itu menanggapi upaya keras Walikota Medan tekan dan memutus mata rantai Covid-19 di Kita Medan, Dosen Ilmu Politik FISIP USU Fredick Broven Ekayanta MIP, Rabu (18/08/2021) menyarakan agar langkah yang dilakukan untuk tekan Covid-19 berjalan lebih optimal, Pemko Medan hendaknya mendisiplinkan masyarakat yang tidak taat Prokes. Sebab, masih banyak warga Kota Medan yang tidak patuh pada Prokes sesuai yang dianjurkan WHO maupun pemerintah.

“Peran Pemko Medan dan pers sangat diperlukan dengan mensosialisasikan Prokes secara masif kepada masyarakat. Karena, tidak ada yang dapat menahan laju penyebaran Covid-19 ini, selain penerapan Prokes. Dan  percepatan vaksinasi juga harus jadi prioritas Bobby Nasution sehingga cepat terwujud Herd Immunity (kekebalan kelompok) di Kota Medan,” demikian Fredick.

Langgar Prokes Diswab di Tempat

Selanjutnya selama diberlakukannya PPKM di Kota Medan baik itu PPKM darurat maupun PPKM Level 4, Walikota Medan Bobby Nasution terus berupaya mencari cara untuk  memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Selain razia penerapan Prokes juga melakukan penyekatan di jalur perbatasan pintu ke luar masuk Kota Medan maupun di inti kota. Bobby juga menginstruksikan agar dilakukan tes swab Covid-19 terhadap masyarakat yang melanggar Prokes. Testing Covid-19 dengan cara tes swab antigen di tempat bagi masyarakat yang melanggar Prokes bukan untuk menghukum masyarakatnya akan tetapi untuk memerangi virusnya.

“Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar Prokes langsung kita tes swab antigen, jika hasilnya reaktif maka akan langsung kita isolasi di Isoter yang sudah tersedia. Upaya ini kita lakukan bukan untuk menghukum orangnya tetapi memerangi virusnya. Bersama kita tekan hingga putus penyebaran Covid-19,” kata Bobby, Rabu (18/08/2021.

Langkah yang diambil Walikota Medan memerangi Covid-19 dinilai cukup baik oleh akademisi, Ervina Siahaan. Namun menurutnya sebelum menerapkan pemberlakuan tes swab antigen di tempat bagi warga yang melanggar Prokes, ada baiknya Pemko Medan terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat ataupun pendekatan secara komunitas sehingga langkah yang ditetapkan oleh Pemko Medan tersebut diketahui masyarakat luas tanpa ada penolakan.

“Langkah ini cukup baik apalagi yang di isolasi hanya yang reaktif saja, namun perlu sosialisasi hingga ke tingkat kelurahan hingga lingkungan, agar masyarakat mengetahui tentang peraturan baru ini sehingga tidak terjadi penolakan dari masyarakat ketika dilakukan razia Prokes dan diswab. Pemko Medan juga dapat menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat ataupun influencer untuk melakukan pendekatan secara komunitas,” kata Ervina Siahaan Dosen Fakultas Psikologi Univ HKBP Nommensen Medan, seraya menyarankan masyarakat harus benar-benar patuhi Prokes.

Baca Juga  Gubsu Dinobatkan TOP Pembina BUMD Awards, Dirut Kabir Bedi Sabet TOP CEO BUMD dan PDAM Tirtanadi Raih TOP BUMD Awards 2021 Kategori Bintang 5

Gencarkan Vaksin

Selain menerapkan disiplin Prokes 5M dan 3T terhadap masyarakat yang melanggar Prokes, upaya lain yang dilakukan Pemko Medan untuk memerangi Covid-19 yaitu gencarkan program vaksinasi bekerjasama dengan Kementerian BUMN, TNI/Polri, maupun komunitas kelompok masyaraka lainnya, Bobby Nasution sendiri telah menargetkan 70% masyarakat Kota Medan akan  divaksin.

“Target kita 70% masyarakat Kota Medan bisa kita vaksin,” kata Bobby Nasution ketika meninjau vaksinasi massal bagi penyandang disabilitas dan rohaniawan di Kecamatan Medan Tuntungan, kemarin.

Terkait vaksinasi, Bobby Nasution menjelaskan untuk vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 22.36% sedangkan vaksinasi untuk dosis kedua baru mencapai 15% sampai dengan 16%. Hal ini terkendala akibat minimnya dosis vaksin yang masuk ke Kota Medan. Padahal Pemko Medan telah menargetkan setiap harinya dapat melakukan vaksinasi hingga mencapai 16.000 orang.

“Ini dari Faskes Pemko Medan saja, belum lagi dari TNI dan Polri yang juga melakukan vaksinasi massal. Sementara kami menargetkan vaksinasi setiap harinya 16 ribu namun saat ini jumlah stock vaksin kita hanya 20an ribu, jadi kalau kita suntikan semua sehari saja sudah habis,” jelas Bobby Nasution.

Pemko Medan terus menggenjot vaksinasi bagi masyarakat untuk mencapai target yang telah ditentukan. Selain itu program vaksinasi ini juga dikejar untuk menekan angka penyebaran Virus Covid-19 dan mempercepat herd Immunity atau kekebalan tubuh komunal masyarakat  Kota Medan.

“Untuk kali ini Pemko Medan berkolaborasi dengan BKPRMI menggelar vaksinasi bagi remaja masjid. Vaksinasi ini diharapkan akan semakin mempercepat herd Immunity dan menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan,” kata Bobby Nasution ketika meninjau pelaksanaan Vaksinasi massal yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Medan di Masjid Al Ikhlas, Jalan Karya Tani, Medan Johor, Minggu (22/08/2021).

Bobby Nasution menjelaskan vaksinasi kolaborasi Pemko Medan dan BKPRMI menargetkan 1.000 remaja masjid. Selain di Masjid Kecamatan Medan Johor, vaksinasi ini juga dilakukan serentak di masjid dari 4 Kecamatan lainnya.

“Ditargetkan 200 remaja disetiap masjid mendapatkan suntikan Vaksin. Kita juga terus meminta BKPRMI agar dapat mengajak masyarakat untuk selalu patu Prokes dan berkenan divaksin,” jelas Bobby Nasution didampingi Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Mardohar Tambunan, Kabag Prokopim Arahman Pane dan Camat Medan Johor Zul Fahri Ahmadi.

Baca Juga  Rayakan HUT ke-76 RI, Satnarkoba Polres Labuhanbatu Bantu Warga Terpapar Covid-19

Kemudian Bobby Nasution mengungkapkan bahwa mulai hari ini vaksin tahap kedua sudah dapat dilakukan di setiap Puskemas yang ada di Kota Medan. Artinya untuk vaksinasi ini kita lakukan per wilayah. Namun yang harus dapat dipahami masyarakat bahwa bukan Pemko Medan menunda atau tidak mau melakukan Vaksinasi tahap kedua, akan tetapi karena dosis yang tersedia terbatas dan belum cukup untuk kota Medan.

“Jika dosisnya banyak, dengan segera kami akan melakukan vaksinasi agar masyarakat sehat dan tercapai Herd Immunity. Oleh sebab itu saya minta masyarakat agar bersabar untuk mendapatkan vaksin” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Medan Erwinsyah Hasibuan, menjelaskan pelaksanaan vaksinasi ini terwujud setelah pertemuan silaturahmi dengan Walikota Medan Bobby Nasution. Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan di 5 masjid yang ada di 5 Kecamatan dengan target 1.000 remaja masjid di vaksin.

“Awalnya kami pesimis Vaksinasi bagi remaja masjid ini dapat sesuai target, sebab masih ada stigma yang kurang baik di tengah-tengah remaja masjid. Namun antusias remaja masjid sangat tinggi dan kami tetap melaksanakannya dengan menerapkan Prokes yang ketat,” jelasnya.

Bobby Nasution mengatakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Medan sudah mengikuti arahan dari Bapak Presiden RI Joko Widodo. Dalam arahan Presiden ada empat hal yang harus diterapkan dalam penanganan Covid-19 yaitu: pertama pembatasan kegiatan masyarakat, kedua melakukan Testing dan Tracing, selanjutnya ketiga mengoptimalkan lokasi Isoter, dan yang terakhir adalah mengoptimalkan vaksinasi Covid-19.

“Pemko Medan terus berusaha melaksanakan sebaik-baiknya empat hal tersebut. Masyarakat yang melakukan Isoman di rumah namun tidak memenuhi syarat, masyarakat rentan, ibu hamil, lansia, kita minta pindah ke Isoter,” kata Bobby.

Apalagi setelah dioperasikannya Isoter Terapung KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan, Sabtu (20/08/2021) melayani Isoter Wilayah Medan Utara. Tenaga kesehatan yang bertugas di Isoter Terapung KM Bukit Raya, setiap 100 pasien ditangani 4 dokter dan 8 perawat dari Dinas Kesehatan Kota Medan dan RSUD Dr Pirngadi Medan,” sebut Bobby seraya mengimbau warga Kota Medan yang Sedang Isoman pindah ke Isoter.

“Fasilitas di Isoter lebih baik. Ada yang mengawasi, kalau sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi tubuh yang darurat, ada yang menangani. Ada susternya di situ, ada rumah sakit rujukan yang sudah kami siapkan,” tutur Bobby Nasution. (Asarpua)

Penulis: Tania Depari