Pemkab Batubara Terima Alat Cegah Covid untuk Sekolah

56
Kepala BPBD Sumut DR Ir Riadil Akhir Lubis, MSi bersama Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus, SE, MPd saat penyerahan APD secara simbolis di halaman BPBDSU Medan. (Foto. Asarpua.com/handover)

ASARPUA.com – Medan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara terima perlengkapan pencegahan covid-19 dari Satgas Penanganan Covid-19 Sumut untuk sejumlah sekolah di kabupaten itu, Jumat (08/01/2021) sore.

Bantuan diserahkan Gubsu Edy Rahmayadi selaku Ketua Satgas Sumut diwakili Plt Kepala BPBD Sumut Dr Ir H Riadil A Lubis kepada Bupati Batubara Ir H Zahir MAP diwakili Kadis Pendidikan Ilyas Sitorus SE MPd

Pendistribusian bantuan di Kantor BPBD Sumut Jalan Gatot Subroto Km 10,3 Medan Binjai itu disaksikan langsung oleh Plt Kepala BPBD Sumut dan Kadis Pendidikan Batubara dengan ikut mengawasi jumlah perlengkapan maupun kualitasnya saat dimuat ke dalam truk besar.

“Ada 3 truk besar kita berangkatkan kemarin malam dan Insya Allah Senin akan diberangkatkan satu truk lagi mengingat banyaknya bantuan yang diberikan kepada Pemkab Batubara sehingga diperlukan 4 truk ukuran besar untuk membawanya ke Batubara,” jelas Ilyas yang akrab dipanggil Ncek.

Riadil A Lubis mengemukakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berprinsip dalam mengambil kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19 tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Dikatakan peralatan atau bahan yang diserahkan ini bertujuan untuk membantu sebagai penambah bagi pelajar kita di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Batu Bara dalam hal pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Bentuk bantuan yang diberikan melalui Pak Gubsu adalah berupa Masker non medis 500.000 lembar, Handsanituzer spray 85.000 botol berisi 60 ml perbotolnya, Stiker Protokol Kesehatan 50.000 lembar dan Face shield kacamata 500 buah serta Cuci tangan portable 100 set, semua ini merupakan komitmen Pemerintah Sumatera Utara kepada masyarakatnya, kata Riadil Lubis.

Kadisdik menyampaikan bahwa Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M. AP., mengucapkan terima kasihnya kepada Gubsu atas perhatian dan bantuan kepada Kami dan ini sangat membantu sekali,” atas peralatan/bahan yang telah kami terima petang ini akan kami teruskan kepada satuan pendidikan yang ada di Batu Bara, terang Ilyas.

Baca Juga  DPT Pilkada Kota Medan 2020 Sebanyak 1.601.001

Masih menurut Ilyas bantuan yang diterima pihaknya akan diteruskan kepada UPTD Satuan Pendidikan yang ada di Batu Bara Gunamenambah yang sudah ada dalam mencegah penularan Covid-19, yang insya allah dalam minggu kedua Januari akan kita terus kepada UPTD sekaligus untuk mengingatkan sekolah kembali secara aktif pada setiap kesempatan sebagaimana yang dipesankan Bupati Batu Bara untuk menerapkan kebiasan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, terang Ilyas.

Pemkab Batubara khususnya SD dan SMP telah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan Protokol Kesehatan yang berlaku dalam bidang pendidikan dan bagi orangtua siswa yang belum mengizinkan putra putri mengikuti pembelajaran tatap muka, maka pihak sekolah wajib membantu pembelajaran siswa dengan tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) / Belajar Dari Rumah (BDR) dengan materi-materi pembelajaran diberikan oleh pihak sekolah sehingga dengan demikian siswa tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pembelajaran, terang Ncekli safaan akrab Kadisdik Batu Bara ini.

Ilyas juga mengatakan faktor – faktor yang perlu menjadi pertimbangan Pemerintah Daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka antara lain: tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayah Batu Bara, Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, Kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan daftar periksa, Akses terhadap sumber belajar/kemudahan Belajar Dari Rumah (BDR) dan Kondisi psikososial peserta didik; Disamping hal tersebut juga Kebutuhan layanan pendidikan bagi anak, yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah, Ketersediaan akses transportasi yang aman, dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal warga satuan pendidikan dan mobilitas warga antar kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa serta kondisi geografis daerah. Khususnya Batu Bara berada ditepian pantai yang jika pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah terus dilakukan, bukan tiidak mungkin angka putus sekolah di Batu Bara akan meningkat. Bahkan bukan hanya disitu tetapi juga anak didik kami akan kehilangan kesempatan mendapatkan pembelajaran yang baik maupun akan kehilangan karakter menuju profil pelajar pancasila, cetus mantan Kepala Biro Humas Protokol Setdaprovsu ini. (Asarpua)

Baca Juga  Warga Desa Jandi Meriah Tiganderket Unjukrasa Damai di DPRD Karo