Mengapresiasi 100 Hari Kepemimpinan Bobby, ‘Sudah Tunjukkan Kinerja’

225
Direktur Sumut Institute Osriel Limbong MSi. (Foto. Asarpua.com/handover)

ASARPUA.com – Medan – Sebagai Walikota Medan Bobby Nasution mengaku 100 hari kepemimpinannya masih banyak yang perlu dilakukan. Sebab, sejak awal sudah disampaikan, bahwa dirinya bersama Wakil Walikota Medan Aulia Rachman tidak ada spesifik khusus untuk target 100 hari harus mencapai apa saja. Hal itu karena program yang dibuat untuk 1 periode, bukan pertiga bulan.

Meski demikian, ungkap Bobby Nasution, dari tiga bulan atau 100 hari kepemimpinannya, progress program dari satu periode ini dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya. Ditambah lagi, Bobby Nasution juga sudah meluncurkan lima program prioritas utama.

“Untuk mencapai kelima program prioritas ini, kita membutuhkan dukungan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karenanya, kita harus melakukan perbaikan sekaligus menutup kebocoran PAD. Gambaran dan rangkaiannya sudah kita lihat. Mudah-mudahan dengan dukungan dan bantuan seluruh stakeholder dan forkopimda di Kota Medan, bisa tercapai,” kata Walikota Medan Bobby Nasution dan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman beberapa hari lalu.

Menanggapi itu Direktur Sumut Institute Osriel Limbong MSi, mengatakan mengapresiasi 100 hari kepemimpinan Boby Nasution. Meski sebagian pengamat menilai kurang cakap dalam komunikasi politik, wajar sana sejatinya Bobby belum pernah berkecimpung di dunia politik, sehingga untuk membuka atau memulai diplomasi dalam komunikasi politik di awal-awal kepemimpinannya sebagai Walikota Medan yang baru 100 (seratus) hari, wajar belum maksimal di mata pakar komunikasi atau lawan-lawan politiknya menyatakan kalau Bobby dikatakan kurang cakap, dan hal itu wajar saja Bobby dinilai tidak memiliki jejak yang jelas di Medan.

Osriel Limbong mengatakan, sebelum BobbyNasution menjadi Walikota Medan, dirinya dan banyak orang tidak mengetahui pasti tempat tinggal, aktivitas, dan pekerjaan Bobby di Medan, ungkap pengamat yang juga dosen ini, kepada Asarpua.com di Medan, Selasa (08/06/2021).

Baca Juga  Dandim 0208/Asahan, Suka Bersedekah dan Cinta Umat

Namun karena sebagai menantu presiden, maka Bobby mengambil kesempatan untuk mencalonkan diri di Pilkada Kota Medan dan menang dilantik Feberuari lalu, ungkap Direktur Osriel Limbong MSi.

Dan, terbukti Bobby termasuk tipe pemimpin yang berkarakter kerja dan punya program. Di 100 hari kepemimpinannya, ada beberapa hal kegiatan yang dieprode Walikota sebelumnya mangkrak atau terhambat dapat di proses oleh Bobby dengan cepat. Namun untuk mengimbangi situasi yang sedang berkembang di Kota Medan Walikota Medan, Boby Nasution dan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, harus didukung sumber daya aparatur szpil negara (ASN) yang teruji di bidangnya, sebab mengurus Kota Medan dibutuhkan kinerja yang terencana dan program.

Dari amatan Direktur Sumut Institute Osriel Limbong MSi, belum pun dalam 100 hari, Boby mampu menerapkan secara tegas terkait bangunan yang mengandung Cagar Budaya. Bobby tegas tidak sembarangan memberikan ijin bangunan nya dan yang melanggar ditindak. Dimana trekant bangunan Cagar Budaya dari dikepemimpinan walikota yang lalu-lalu, sangat sulit menegakkanya, namun di era Boby-Aulia, mereka berani tegas dan mampu menegakkan hal itu sebagai langkah jempolan untuk menunjukkan jati diri Kota Medan.

Artinya, Pemko Medan bisa berkolaborasi dengan semua sektor. Semuanya harus diartikulasikan dalam kerangka kemitraan baik ke depannya. Apalagi, yang harus dicatat di Kota Medan adalah prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih, sehingga mendorong tata kelola pembangunan yang baik di Kota Medan,” ungkapnya.

Selain itu keberhasilan yang dipersembahkan Bobby Nasution itu, jelas Osriel, juga sebagai bukti bahwa kepemimpinannya selama 100 hari di luar ekspetasi banyak orang. Sebagai contoh, imbuhnya, upaya Bobby Nasution mengembalikan cagar budaya di kawasan Kota Lama Kesawan yang dibangun ulang para pelaku bisnis dengan menghilangkan esensi histori dan budayanya dia tindak tegas.

Baca Juga  Cegah Covid-19, TP PKK Asahan Bagikan Seribu Masker Kepada Warga

“Bagi saya apa yang dilakukan Bobby Nasution itu sangat penting. Mungkin selama ini dibeberapa periode walikota sebelumnya soal perizinan masih banyak terjadi pelanggaran terkhusus untuk bangunan Cagar Budaya Kota Medan. Jadi menurut saya, ketegasan yang dilakukan Bobby Nasution sangat penting untuk menjaga wibawa kota dari segi kebudayaan,” jelasnya.

Seperti diutarakan dalam setiap kesempatan Bobby Nasution bertekad membenahi kawasan Kota Lama Kesawan. Tekad tersebut bahkan dijadikan salah satu dari lima program prioritas kepemimpinannya. Langkah ini dinilai sebagai langkah sangat tepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai sejarah Kota Medan dan menjadikan Kota Medan sebagai primadona kunjungan wisata.

Tak kalah penting, kata Osriel Limbong, peran Legislatif juga sangat mempengaruhi, sukses atau tidaknya program Walikota Medan, baik dalam 100 hari maupun selama satu periode ini, sebab DPRD selain fungsi pengawasan, lembaga tersebut juga sebagai lembaga pemerintah yang sama-sama punya tujuan yaitu, mensejahterahkan rakyatnya. (Asarpua)