Medan Belum Capai Target Vaksinasi, Skema Jemput Bola? Isu Vaksin Kurang Bagus Harus Diredam

159
Direktur Sumut Institute Osriel Limbong MSi. (Foto. Asarpua.com/handover)

Catatan: Osriel Limbong Direktur Sumut Institute

ASARPUA.com – Medan – Kasus penyebaran terpapar Covid-19 di Indonesia semakin melonjak naik dan kasus kematian juga, hal ini di sebabkan beberapa Indikator yaitu, semakin lemahnya masyarakat menegakkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) 5M yakni: Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan dan Membatasi aktivitas di luar rumah kemudian ditambah pasca lebaran yang lalu di bulan April 2021 dimana masih banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan ajakan serta larangan dari Petugas Gugus Covid-19 yaitu, Jangan Mudik, khususnya di Pulau Jawa dan Bali, ditambah dengan merebaknya varian baru yaitu Varian Delta.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional per tanggal 19/7/2021, bahwa kasus terpapar berjumlah 2.911.733 sedangkan yang sembuh mencapai 2.293.875 dan yang meninggal 74.920 dari data tersebut tentu membuat gambaran bagi kita bahwa penyebaran virus masih terus naik, lantas di mana letak masalahnya ?

Menurut pengamatan saya hal ini kompleks, sebab untuk meredam laju penyebaran Virus di tengah interaksi manusia dibutuhkan sinergisitas semua pihak, baik dari pemangku kebijakan, pelaku usaha, penyedia usaha, akademisi, media, Tokoh Masyarakat, Agama, bahkan kelompok Politik, atau politikus. PPKM Darurat yang ke depannya akan mengalami perubahan nama yaitu PPKM Level 1,2,3,4, dan kita harapkan tidak ada lagi bagi bangsa dan negara Indonesia terkait tingkat penyebaran Covid-19.

Peran Maksimalisasi Vaksinasi dalam Meredam Penyebaran Covid-19

Vaksin saat ini masih dipercaya dan menjadi solusi awal dalam Meredam penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, seperti yang sudah dilansir dibeberapa media oleh WHO, bahwa jalan satu-satunya saat ini dalam mencegah dan meredam penyebaran Covid-19, selain Prokes adalah memaksimalkan bagi warga masyarakat dunia untuk di Vaksin, dimana sudah banyak Vaksin yang mendapat ijin edar pemakaiannya seperti, Sinovax, Moderna, Sinoparm, Exrazaneca dan menyusul Vaksin Nusantara.

Baca Juga  DPRD Asahan Gelar RDP dengan Gugus Tugas Covid-19

Namun dari data nama Vaksin dan tingkat persentase Vaksin bagi masyarakat belum menunjukkan angka yang diharapkan.

Sesuai data dari Gugus Tugas Covid -19 Nasional yaitu : Vaksin 1 : 42.095.531, Vaksin 2 : 16.400.351 dari target Nasional 208.265.720, masih jauh dari target 50%, Vaksinasi bagi masyarakat.

Jadi menurut pengamatan kami, bahwa ada hubungan tingginya penyebaran Covid-19 pasca ledakan aktivitas masyarakat yaitu Aktivitas Ekonomi, Sosial, Keagamaan dan jenis aktivitas lainnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2021, dimana persentase masyarakat tervaksin masih rendah, sementara salah satu fungsi Vaksin adalah membentuk molekul ikatan imunitas atau kekebalan yang terbentuk di dalam tubuh sehingga kasus penerapan PPKM Darurat, menurut hemat kami salah satunya Penyebaran Vaksin dan tervaksinnya masyarakat.

PPKM Darurat di Kota Medan

Sejak Senin 12/07/2021 yang lalu Kota Medan, masuk masuk penerapan PPKM Darurat, dimulai dari tanggal 12 s/d 20/07 2021 dan akan diumumkan kemudian beberapa hari lagi apakah status tetap atau diperpanjang atau diturunkan ke level yang lebih rendah.

Untuk diingat dan informasi bagi kita semua bahwa data update Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan, pertanggal 19/07-2021 :
Terkonfirmasi Covid 21.974, sembuh 18.174 dan meninggal 660 sementara dari data Vaksinasi untuk Kota Medan masih di 41,21 % untuk target 1.3 juta masyarakat Kota Medan, dengan rincian 93,04 % untuk tenaga kesehatan, 24,27 % lansia, 53.47 % Pelayan Publik (seperti dilansir indozone.sumut, 05/06-2021).

Dari rincian data di atas, pandangan dan pengamatan kami, disektor Pendidikan, baik Pelajar maupun tenaga kependidikan belum menunjukkan angka yang baik, begitu juga di sektor yang berlatar belakang profesi yang di luar data tersebut juga belum tertangkap atau terdata dalam status Vaksin.

Baca Juga  HUT ke-74 TNI, Gubsu: TNI Harus Tetap Jadi Kebanggaan Rakyat

Jadi saya berpandangan, agar Walikota Medan Bobby Nasution harus berani merubah skema Vaksinasi dari poros didatangi masyarakat menjadi mendatangi masyarakat lewat pemberdayaan posko kelurahan sehingga lebih gampang dan efisiensi dimana lebih ringan mendatangkan 20 orang Sumber Daya Manusia SDM) Vaksinator dari pada kedatangan masyarakat yang diharapkan 300 orang/hari.

Sebab, Kelurahan berdasarkan data lingkungan bisa dibuat jadwal/lingkungan setiap warga yang akan divaksin, buat kalangan pelajar bisa dibuat di sekolah masing-masing dan bila skema tersebut dipersiapkan secara terencana, saya yakin Pak Bobby Nasution Walikota Medan mampu mewujudkan hal tersebut. Karena dalam prediksi saya jika, direncananya persiapan bulan Juli ini, Agustus, September target 1.3 juta bahkan lebih akan tercapai, maka Medan, sebagai Kota Vaksinasi yang kuat sehingga penyebaran dan pencegahan Covid-19 dapat terwujud dan melaksanakan Prokes.

Redam Isu Vaksin yang bermasalah

Pernyataan masuknya virus Covid-19, Januari 2019 yang lalu, secara internal dalam Negara Indonesia, masih menjadi tarik menarik, bagi semua kalangan, baik virus Covid-19 yang sudah menjadi pandemi merupakan kepentingan negara yang ingin mengelola ekonomi global, masuknya kepentingan satu negara yang berbeda ideologi, bahkan menjadi gorengan dari pihak yang mungkin saja tidak setuju atau tidak suka dengan kepemimpinan Presiden Jokowi, di mana di tahun 2019, di Indonesia baru saja selesai parhelatan demokrasi yang akhirnya pengelolaan kekuasaan lewat Pemerintahan bagi Rakyat Indonesia. Dimana Jokowi-Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024, dimana Jokowi menjadi Presiden RI  Periode Kedua.

Isu Virus dan Vaksin berdasarkan pengamatan saya masih menjadi trend, Ekonomi, Sosial, Kesehatan dan Politik. Pemerintahan Jokowi, sempat kewalahan dalam menerapkan skema pencegahan dan penyebaran Covid-19 bahkan untuk mencapai target Vaksinasi dimana sempat perdebatan, mekanisme, jenis Vaksin bahkan manajemen distribusi, sehingga Presiden mengganti Menterinya.

Baca Juga  Plt Walikota Minta Dukungan DPD RI Bangun Kota Medan

Berdasarkan isu dan polimek, yang ada, saya menyarankan agar Walikota Medan Bobby Nasution, membentuk tim di jajaran kepala lingkungan (Kepling) dengan koordinator Lurah, agar dapat menjelaskan apa itu Virus dan apa itu Vaksin dan bagaimana mencegah yang baik lewat Vaksinasi, dan jangan hiraukan info yang tidak bertanggung jawab terkait tentang Virus Covid-19, dan Vaksin yang yang harus dicapai sebagai pembentukan imunitas molekul yang terbentuk didalam darah. (Asarpua)