Ketua DPRD Sumut Sesalkan Status Tersangka, Pedagang Dianiaya Oknum Preman

116
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat menerima audiensi Forum Wartawan Unit DPRD Sumut, Rabu (13/10/2021) di ruang kerjanya Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto. Asarpua.com)

ASARPUA.com – Medan – Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Baskami Ginting menyesalkan status tersangka yang telah ditetapkan polisi terhadap Litiwari Iman Gea, pedagang cabai di Pasar Tradisional Pajak Gambir, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) korban penganiayaan oknum diduga preman pasar.

“Kita minta Kapolda Sumut (Kapoldasu) segera merespon kasus yang sempat viral di media sosial ini. Masak korban bisa jadi tersangka. Tolong letakkan hukum pada tempatnya,” kata Baskami Ginting saat menerima Audiensi Forum Wartawan DPRD Sumut di Ruang Kerjanya Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Rabu (13/10/2021).

Politisi PDIP ini menilai ada kesan kejanggalan dalam penetapan korban sebagai tersangka oleh aparat. Apalagi, kata dia cekcok berujung penganiayaan tersebut turut melibatkan oknum preman pasar. “Bagaimana mungkin seorang ibu yang sedang mencari nafkah cekcok bersama oknum preman pasar dan dianiaya kok malah si ibu yang dijadikan tersangka,” sesal Baskami.

Sebagaimana kronoligis kejadian, pada 05/09/2021 lalu, Litiwari Gea yang sehari-hari berdagang cabai di Pajak Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan saat itu cekcok dengan preman terkait masalah becak yang terparkir di depan kios.

Menurutnya, tiba-tiba Beni bersama rekannya datang langsung marah-marah dan suami korban langsung memindahkan beca itu ke dalam lokasi Pajak Gambir.

Namun terjadi keributan oknum preman dengan suaminya, hingga tiba-tiba perut Liti ditendang. “Saya bilang jangan beraninya sama perempuan,” kata Liti.

Mendengarnya Beni semakin marah dan membabi-buta.

Sementara Poldasu dan Polrestabes Medan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus saling lapor antara Liti dan Beni tersebut.

“Terjadi perkelahian antara ibu Gea dan Beni serta dua rekannya. Pada akhirnya, kedua belah pihak saling lapor,” sebut Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak di Mako Polda Sumut, Selasa (12/10/2021) malam.

Baca Juga  PPKM Darurat Kota Medan, 5 Titik Penyekatan dan 13 Pengalihan Arus di Inti Kota

Panca mengatakan penanganan perkara saling lapor tersebut, diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Poldasu untuk laporan disampaikan Beni sebagai korban dan tersangka Gea.

“Laporan ibu Gea sudah ditarik ke Polrestabes Medan. Biar, antar penyidik Polrestabes dan Poldasu akan menggelar perkara bersama. Untuk melakukan langkah selanjutnya,” demikian Panca. (Asarpua)