Dugaan Penculikan dan Aborsi, Penyidik Diharap Profesional

68
Kanit Resum Polres Tanah Karo,Ipda Togu Siahaan didampingi Kasubbaghumas,Iptu MS.Lubis saat memberikan keterangan kepada wartaan. (Foto. ASARPUA.com/johni sembiring)

ASARPUA.com – Kabanjahe – Kasus dugaan penculikan yang juga diduga ada unsur pemaksaan pengguguran kandungan (aborsi) bakal memasuki babak baru. Korban MAS (24) warga Desa Lau Kasumpat, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, didampingi penasehat hukumnya (PH), Fererius Purba SH kembali menyambangi  Polres Tanah Karo, Kamis (14/01/2021) sekira jam 10.00 Wib.

PH dari wanita hamil yang diduga diculik dari Pusat pasar/ Pajak Desa Mardinding, Kecamatan Mardinding, Rabu (11/03/2020) sekira jam 14.00 Wib lalu kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa kliennya saat ini masih dalam keadaan trauma atas kejadian yang menimpa dirinya tahun 2020 lalu.

“Kita sangat harapakan penyidik Polres Tanah Karo bekerja secara profesional, agar kasus ini menjadi terang benderang, dan mendapat kepastian hukum,“ ujarnya kepada sejumlah wartawan termasuk ASARPUA.com di Mapolres Tanah Karo Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, Kamis (14/01/2021) sekira jam 12.15 Wib.

Kanit Resum Polres Tanah Karo, Ipda Togu Siahaan didampingi Kasubbag Humas, Iptu MS Lubis mengatakan bahwa kasus penculikan yang berujung dugaan aborasi, penyidik Polres Tanah Karo tidak akan tinggal diam.

“Kasus ini tetap menjadi skala prioritas untuk dituntaskan. Kalau ada sumber sumber dari teman- teman yang mendukung, kami sangat mengharapkan untuk disampaikan kepada kami,” ujar Siahan diruang humas Polres Tanah Karo.

Ditambahkan Siahan lagi, setelah memeriksa 8 (delapan) orang saksi, penyidik telah menetapkan 5 (Lima) orang sebagai tersangka. Masing masing tersangka diantaranya, RS (46) dan ASS (23) keduanya warga desa Lau Kasumpat, Kecamatan Mardinding. Sedangkan AS (40-) adalah warga Desa Sirube rube, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. FS (30) dan NB (70) adalah warga Medan, tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga  Bupati Karo Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Almina Bangun Kadis Perizinan Terpadu

Tiga dari Lima tersangka sempat ditahan di sel Polres Tanah Karo, kemudian ditangguhkan penahannannya.

Ketika dikejar alat atau barang yang diduga digunakan tersangak didalam melakukan perkara, Kanit menyebutkan bahwa alat atau barang yang dipergunakan sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian barang.

“Dalam waktu dekat, perkara ini akan dilakukan rekonstruksi, tetapi jadwal dan waktunya belum kita pastikan, kami akan koordinasikan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),“ terang Kanit.

Sekedar mengingatkan, kasus penculikan yang berujung dugaan pemaksaan aborsi terjadi di Pusat Pasar/Pajak Desa Mardinding, Rabu (11/03/2020) sekira pukul 14.00 Wib. Kemudian kasus ini dilaporkan langsung oleh korban MAS ke Polres Tanah Karo, Rabu 06 Juli 2020, dengan STPL No : LP /493/Vll/2020/SU/Res T.Karo. (Asarpua)

Reporter: Johni Sembiring.