Irman: Covid-19 di Sumut Mulai Terkendali, Prokes Tetap Ketat

102
Kadis Kominfo Sumut Irman Dj Oemar yang juga Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Sumut, menjawab pertayaan wartawan baru-baru ini. (Foto. Asarpua.com/dokdiksu)

ASARPUA.com – Medan – Perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah semakin membaik dan mulai terkendali. Untuk itu protokol kesehatan (Prokes) 5M yaitu: Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Meghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas di luar rumah tidak bisa kendor. Prokes harus tetap dijalankan dengan ketat, Prokes harga mati, karena Covid-19 masih mengintai. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar, dalam keterangan resminya di Medan, Rabu (08/09/2021).

“Penanganan Covid-19 di Sumut memang semakin membaik, ditandai dengan penurunan angka kasus positif dan aktif, yang diikuti penurunan persentase keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun Prokes harus tetap dijalankan dengan ketat,” ujar Irman Oemar, yang juga Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut

Diuraikan Irman, bahwa sampai dengan tanggal 7 September 2021, tercatat kasus positif kumulatif di Sumut telah mencapai 99.854 kasus, meningkat 448 kasus dibanding hari sebelumnya. Sedangkan kasus sembuh mencapai 80.727 atau bertambah 1.717 kasus. Dengan demikian, kasus aktif turun 1.309 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kumulatif di Sumut menjadi 16.608 kasus.

Indikator penting lainnya adalah positivity rate Covid-19 Sumut yang terus menurun hingga 8,31%. lebih kecil dari capaian nasional yang masih berkisar 10,51%. Dengan tren yang terus konsisten, dimungkinkan positivity rate Sumut akan terus menurun hingga dibawah standar WHO, yaitu dibawah 5%.

Menurut Irman, perbaikan kondisi penanganan Covid-19 di Sumut saat ini patut disyukuri, namun perbaikan kondisi ini jangan sampai membuat semua orang lengah. Sebab, kasus Covid-19 yang mulai melandai biasanya diikuti tingkat kedisiplinan Prokes masyarakat yang juga menurun. Jadi semangat menjalankan Prokes tidak boleh turun

Baca Juga  Komunitas Perempuan Nias Ana'a Bersama Mahasiswa Nisel Bagikan Masker dan Hand Sinitizer

“Belajar dari pengalaman kita sebelumnya di gelombang pertama dan kedua, lonjakan kasus justru terjadi pada saat kasus sudah turun. Fase ini berat, karena kedisiplinan kita menerapkan Prokes diuji ketahannannya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Irman, sangat diharapkan kerja sama dari seluruh lapisan, baik pemerintah dan unsur masyarakat, untuk tidak kendur guna mempertahankan situasi yang mulai terkendali ini. Agar lonjakan kasus Covid-19 tidak terjadi lagi

“Pak Gubsu dan Wagubsu di setiap kesempatan juga mengimbau agar kita selalu disiplin protokol kesehatan, dan upayakan agar segera vaksin. Sebab itulah cara yang paling realistis dan efektif untuk mengakhiri pandemi ini,” tandas Irman. (Asarpua)

Penulis: Tania Depari