Hasyim: Musrenbang Masa Pandemi Berdampak pada Sasaran Pembangunan

72
Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE menghadiri acara Musrenbang RPJMD Kota Medan Tahun 2021-2026 yang dibuka secara resma oleh Walikota Medan Bobby Nasution di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (16/06/2021). (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Medan – Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(Musrenbang RPJMD) Kota Medan Tahun 2021-2026 saat ini masih dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Kondisi ini tentunya berdampak terhadap sasaran pembangunan. Oleh sebab itu pemulihan ekonomi dan pemanfaatan teknologi menjadi prioritas utama untuk mendukung pembangunan dan peningkatan SDM.

Hasyim mengatakan hal itu pada acara Musrenbang RPJMD Kota Medan Tahun 2021-2026 yang dibuka secara resmi oleh Walikota Medan Bobby Nasution di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (16/06/2021).

Selain itu, Hasyim juga menilai Musrenbang RPJMD ini sangat strategis untuk merencanakan pembangunan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Oleh karena itu diharapkan segenap pemangku kepentingan yang mengikuti Musrenbang RPJMD ini selama dua hari ke depan dapat memberikan masukan yang baik demi kesejahteraan masyarakat Kota Medan yang akan menikmati pembangunan.

“Selain itu seluruh OPD juga harus mampu mengakomodir visi misi Walikota Medan yang dijabarkan ke dalam rencana kerja. Kami dari DPRD Kota Medan juga akan melakukan pengawalan guna mendukung terwujudnya Kota Medan yang maju, berkah dan kondusif,” kata Hasyim.

Dalam Musrenbang RPJMD Kota Medan tersebut Walikota Bobby Nasution menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu menjabarkan lima program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang telah ditetapkan yaitu: 1. Kesehatan, 2. Infrastruktur, 3. Permasalahan Banjir, 4.Kebersihan dan 5. Bidang Ekonomi.

Kata Bobby, untuk mewujudkan kelima program prioritas tersebut, dirinya menyadari perlunya anggaran yang besar, karena itu Boby Nasution ingin adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi.

“Setiap OPD yang menerima pendapatan daerah harus paham metode digitalisasi untuk menutup kebocoran PAD,” tegas Walikota.

Baca Juga  Forum OPD Bidang Digitalisasi Birokrasi Pemkab Asahan

Musrenbang berlangsung selama dua ini dihadiri Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Medan Shaula Arindianti, Staf Ahli Gubsu Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Kaiman Turnip, Sekda Kota Medan, unsur Forkopimda Kota Medan, para Pimpinan OPD dan Camat di lingkungan Pemko Medan, akademisi, pimpinan perbankan dan juga pimpinan BUMD. (Asarpua)