Dua Pemain Narkoba, Dituntut 10 Tahun Penjara 

42
Dua pemain narkoba dituntut selama 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita, SH dalam sidang yang digelar secara daring di ruang cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/1/2021). (Foto. Asarpua.com/nizar sagala)

ASARPUA.com – Medan – Dua pemain narkoba dituntut selama 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita, SH dalam sidang yang digelar secara daring di ruang cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/1/2021). Kedua terdakwa yaitu Julham Arfandi Alias Arpan (22) dan Anwar Alias Nuar (32).

JPU menilai dua sekawan ini, terbukti melakukan tindak pidana jadi perantara jual beli narkotika jenis sabu, sehingga diancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Meminta agar majelis hakim menjatuhi hukuman pidana penjara terhadap Terdakwa Julham Arfandi Alias Arpan dan Anwar Alias Nuar dengan pidana penjara selama 10 tahun,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan.

Selain pidana penjara, JPU juga meminta agar kedua terdakwa didenda sebesar Rp1 miliar, dengan subsidar 6 bulan penjara. Setelah mendengar tuntutan tersebut, hakim pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda pledoi.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan sebelum dilakukan penangkapan terhadap dua pemain narkoba, saksi Aditya Pratama Ramadhan, bersama sejumlah aparat kepolisian lainnya, mendapat informasi tentang adanya peredaran  Narkotika jenis sabu di Jalan Keluarga Kelurahan Asam Kumbang yang dilakukan kedua terdakwa.

“Kemudian para saksi Polisi menyuruh informen memesan sabu kepada terdakwa, sebanyak 15 gram seharga Rp9.300.000, kemudian pada hari Senin tanggal 20 Juli 2020 informen janji bertemu dengan terdakwa Julham di Jalan Bunga Asoka,” ungkap JPU.

Setelah informan bertemu dengan terdakwa, dan terdakwa pun telah melihat uang pembayaran sabu tersebut, terdakwa Julham pun pergi mengambil sabu.

Selanjutnya pukul 19.45 WIB terdakwa Julham menghubungi informen dan mengatakan sabunya sudah ada, dan berjanji bertemu di Jalan Keluarga Medan Selayang.

Baca Juga  Pastikan Aman, Polres Labuhanbatu Lakukan Pengecekan RTP

Saat itu, kata JPU para saksi Polisi telah mengikuti informen, dan para saksi Polisi tidak jauh dari tempat Informen bertemu dengan terdakwa Julham.

“Sekitar pukul 20.00 WIB, para saksi Polisi melihat terdakwa Julham datang bersama dengan terdakwa Anwar menemui Informen, tidak lama kemudian informen menghubungi para saksi Polisi sebagai isyarat untuk melakukan penangkapan, kemudian para saksi Polisi langsung melakukan penangkapn terhadap terdakwa Julham dan Anwar,” jelas JPU.

Dari tangan terdakwa Julham ditemukan 1 bungkus sabu dengan berat  11,7 gram, dan selanjutnya para saksi membawa terdakwa keduanya ke kantor Ditresnarkoba Poldasu guna pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil Interogasi terhadap kedua terdakwa, Julham mendapatkan sabu tersebut dari Oteh Nongat (DPO), dan terdakwa Julham bersama Anwar, ada melakukan permufakatan jahat untuk menjadi perantara dalam jual beli sabu tersebut.

“Yang mana terdakwa Anwar yang menemani Oteh Nongat menjual sabu, dan terdakwa Anwar disuruh Oteh untuk menemani terdakwa Julham menjual sabu tersebut, terdakwa Anwar  mendapatkan upah sejumlah Rp70 ribu dari Oteh Nongat, sementara terdakwa Julham mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu,” terang JPU. (Asarpua)

Reporter: Hafnizar Sagala