DPRD Medan Minta Disdik Lengkapi Infrastruktur Kesehatan di Sekolah

51
Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah. (Foto. Asarpua.com)

ASARPUA.com – Medan – Rencana pemerintah sekolah tatap muka Juli 2021 mendapat beragam tanggapan. Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah  meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan untuk menyiapkan infrastruktur kesehatan di setiap sekolah yang ada di Kota Medan. Terkhusus, setiap sekolah wajib mengaktifkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) secara layak.

Sebab menurut Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan ini selama ini, masih banyak UKS di sekolah-sekolah Kota Medan yang belum layak bahkan tidak aktif sama sekali. Padahal dalam kondisi pandemi saat ini, keberadaan UKS sangat penting dan mendasar.

“Jadi pertanyaan kita adalah, apakah pihak sekolah sudah siap dalam infrastruktur kesehatan dan UKS-nya? Karena dari pantauan kami yang berkunjung ke sekolah-sekolah kota Medan, ada beberapa UKS yang tidak ada tabung oksigennya dan kurangnya yang berhubungan dengan infrastruktur kesehatan untuk penanganan Covid-19,” kata Afif, di Medan, Rabu (09/06/2021).

Dikatakannya, untuk tabung oksigen memang harus tersedia di setiap UKS bila nantinya belajar tatap muka dimulai. Sebab bila tidak ada tabung oksigen di UKS, maka hal itu dinilai sangat berbahaya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada siswa di masa pandemi seperti saat ini.

“Karena bila nanti ditemukan murid atau pelajar dan tenaga pendidik yang mengalami sesak nafas karena Covid-19 saat proses belajar mengajar, UKS kita tak ada tabung oksigen. Itu sangat bahaya, karena pada masa ini bukan situasi yang normal. Nah kalau ada tabung oksigenya, kan bisa langsung ditolong sekolah untuk pertolongan pertama, sebelum nantinya dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Ia juga meminta, Dinas Pendidikan Kota Medan harus memeriksa kesiapan rumah sakit dan puskesmas di sekitar sekolah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka.

Baca Juga  PHBS BABS oleh Satgas TMMD Kodim 0319/Mentawai 

“Dalam artian, kita harus memikirkan hal yang terburuk, artinya kita harus siap menghadapinya. Jangan nantinya tatap muka digelar malah menimbulkan korban baru atau jadi klaster Covid-19. Nah hal ini yang harus kita antisipasi, karena kalau sempat itu terjadi, itu kan bisa jadi kelalaian,” tuturnya.

Bahkan ia menyebutkan, setiap sekolah tidak cukup hanya menyiapkan sebatas protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saja. Namun, setiap sekolah harus menyiapkan infrastruktur kesehatannya. (Asarpua)