Ditangkap saat Dugem dan Terbukti Positif Narkoba, Sekda Nias Utara Jalani Rehabilitasi

139
Oknum Sekda Nias Yafeti Nazara akan menjalani rehabilitasi. (Foto. Asarpua.com/jhonson siahaan)

ASARPUA.com – Medan – Pasca penangkapan Sekda Pemkab Nias Utara, Yafeti Nazara, dari tempat hiburan malam KTV Room Bosque, Jalan Adam Malik, Medan, bersama dengan 5 orang wanita dan teman-teman Yafeti Nazara, Sat Narkoba Polrestabes Medan, memberikan rekomendasi kepada Sekda Pemkab Nias Utara, Yafeti Nazara, untuk menjalani rehabilitasi setelah dinyatakan positif narkoba.

Hal itu dikatakan Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Oloan Siahaan SH SIK. Oloan Siahaan mengatakan, Yafeti Nazara belum ditetapkan sebagai tersangka karena mereka masuk dalam kategori pengguna.

“Tidak ada ditemukan keterlibatan dari mereka sebagai pengedar karena tidak ditemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan. Maka, para pengguna yang positif, dilakukan assessment di BNN untuk direkomendasikan menjalani rehabilitasi atau lanjut penyidikan. Karena dari 71 yang diamankan, 54 positif menggunakan narkoba,” kata Oloan Siahaan, Kamis (17/06/2021).

Lanjut, terang Oloan Siahaan, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 04 tahun 2010 dan SE Kabareskrim terkait penyalahgunaan di arahkan untuk pelaksanaan assessment di BNN. “Kategori penyalahguna dan rehabilitasi tergantung nanti assessmentnya itu berbentuk rekomendasi apakah diproses lanjut penyidikan atau diarahkan untuk rehabilitasi medis maupun sosial,” bebernya.

Oloan Siahaan menuturkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka terkait penggerebekan tempat hiburan malam KTV Room Bosque tersebut. “Kita menetapkan dua orang tersangka, yakni MRP dan BP yang berperan sebagai pengedar Pil Ekstasi di lokasi hiburan malam tersebut,” ujar Oloan Siahaan.

Jelas Oloan Siahaan, dari kedua tersangka itu diamankan narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 285 butir dan uang tunai Rp 17 juta dan keduanya pernah menjadi karyawan di tempat KTV itu juga.

“Pengakuan keduanya, mereka pernah jadi karyawan di tempat tersebut, namun, sejak tanggal 10 Juni lalu mereka sudah tidak bekerja di situ lagi. Walaupun tidak bekerja ditempat tersebut, kedua tersangka sering berada di KTV tersebut,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Sergai Hadiri Acara Pembagian Balasa Kemenparekraf

Sambung Oloan Siahaan, diduga tempat hiburan malam itu menjadi lokasi transaksi sekaligus penyalahgunaan narkoba seperti Pil Ekstasi. “Dugaan itu terbukti setelah personil mengamankan ratusan butir Pil Ekstasi, buku catatan penjualan dan uang hasil penjualan. Tak hanya itu, dari hasil pendalaman personil mengamankan ratusan Pil Ekstasi yang diperoleh dari kedua tersangka di Lantai IV tersebut,” akunya.

Tambah Oloan Siahaan, sampai saat ini seluruh pengunjung dan karyawan masih dilakukan penahanan di Polrestabes Medan, guna menguatkan tahap penyidikan terkait kepemilikan ratusan Pil Ekstasi tersebut. “Untuk kejelasan status mereka, nanti akan diputuskan setelah menunggu hasil assessment dari BNN,” ungkapnya. (Asarpua)

Penulis: Jhonson Siahaan