Dalih Investasi Tipu Klien Ratusan Juta

244
Sidang lanjutan terdakwa Satriani Deli yang digelar di Ruang Cakra 8 PN Medan, Selasa (09/03/2021). (Foto. Asarpua.com/nizar sagala)

ASARPUA.com – Medan – Bahwa berdasarkan keterangan dari terdakwa diketahui ternyata uang milik Syafei dan Rahadian yang berjumlah keseluruhan Rp850 juta diinvestasikan terdakwa ke PT Valbury Asia Future sebanyak Rp157 juta. Sedangkan atas nama Terdakwa, sebanyak Rp36 juta ke atas nama Ibrahim Hasan yang tidak lain dari adik terdakwa, sebanyak Rp40 juta dan Rp36 juta ke atas nama Arif Hasan yang tidak lain dari adik terdakwa dan Rp45 juta ke atas nama Abdul Muthalib yang merupakan suami terdakwa.

Sidang lanjutan terdakwa Satriani Deli yang digelar di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (09/03/2021) kembali tegang. Pasalnya saksi Irwan Sumardi ST alias Awan yang dihadirkan lagi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tri Chandra, SH hanya membawa kartu sim card dan mengatakan bahwa handphone nya sudah rusak.

“Kamu tetap dengan keterangan mu? Kamu jangan berbohong, nanti jangan sampai kami minta tim Forensik untuk memeriksa kembali Whats App kalian itu. Mana dia handphone mu yang rusak?,” tanya Majelis Hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo, SH, MH.

Mendengar pertanyaan dari ketua Majelis Hakim itu, saksi awan menunjukkan kartu sim card nya saja.

“Jadi begini ya, kalau saudara tetap mengatakan kalau itu bukan WA mu, kami menduga kalau saudara berbohong di persidangan. Nanti kami akan mencoba berkordinasi dengan polisi, supaya meneliti secara forensik, apakah itu saudara punya atau tidak. Kalau ternyata itu berasal komunikasimu dengan Satriani Deli, saudara kami tetapkan jadi tersangka karena telah berbohong di persidangan,” tegas Majelis Hakim, Immanuel Tarigan, SH, MH.

Mendengar ucapan dari Majelis Hakim, saksi Awan tampak menganggukkan kepala nya.

“Khusus untuk dirimu kita buat catatan khusus ini. Apabila ditemukan, kita akan panggil ahli forensik untuk menguji apakah saudara jujur atau tidak. Kalau saudara tidak jujur saya akan penjarakan, paham ya,” jelas Majelis Hakim, Immanuel.

Baca Juga  295 Orang Bersaing Menjadi PPK Pilkada Karo 2020

Lagi-lagi saksi Awan menganggukkan kepalanya.

Nah saat ditanya oleh JPU kepada Satriani Deli tentang bantahan saksi mengenai percakapan terdakwa Satriani Deli dengan Awan di Whats App, Satriani Deli mengungkapkan bahwa dirinya pernah komunikasi dengan Awan.

“Pernah buk, pernah,” ujar Satriani secara daring.

Setelah diluar persidangan Boyle Sirait, SH didampingi Andos Rewindo Sirait, SH selaku penasehat hukum Satriani Deli juga berharap kepada Majelis Hakim untuk berkordinasi kepada pihak kepolisian untuk membuktikan percakapan antara kliennya dengan saksi Awan. Selain itu penasehat hukum Satriani Deli juga menjelaskan tentang beberapa kejanggalan dari kesaksian Awan.

“Dipersidangan lalu saksi disuruh membawa handphone nya yang rusak, nah pas sidang tadi yang dibawa cuma kartu nya dan handphone nya yang rusak gak dibawa,” jelas penasehat hukum Satriani Deli sembari menegaskan bahwa kliennya ada menyerahkan uang kepada saksi Awan.

Mengutip dakwaan JPU, Tri Chandra, SH bahwa terakwa sebelumnya bekerja sebagai karyawan di PT. Valbury Asia Future cabang Medan yang berkantor di jalan Perintis Kemerdekaan Komplek Jati Jungtion Medan sejak bulan Juli 2018 sampai dengan bulan Februari 2019  dengan jabatan sebagai financial konsultan, yang tugas pokoknya adalah mencari nasabah dengan aturan yang telah ditetapkan oleh PT. Valbury Asia Future hingga terdakwa hamil dan berhenti bekerja. Namun kemudian dipekerjakan sebagai karyawan freelance yang artinya terdakwa tetap bekerja mencari nasabah namun tidak masuk kantor.

Bahwa pada bulan Maret 2019 saksi Mahyyuni datang kerumah saksi Syafei di jalan Williem Iskandar No.225 Kelurahan Sidurejo, Kecamatan Medan Tembung, Kodya Medan bersama dengan terdakwa dimana ketika itu Mahyyuni memperkenalkan terdakwa kepada Syafei. Sehingga perkenalan berlanjut dengan berhubungan melalui Whatsapp / WA, dimana pada saat itu terdakwa bekerja di perusahaan PT. Valbury Asia Future Jalan Guru Patimpus Komplek Jati Juntion No.P5-P5.A Kota Medan yang bergerak dibidang perdagangan berjangka berupa perdagangan emas dan minyak mentah (oil) dan mata uang.

Baca Juga  Akhyar Serahkan Bansos KPM-PKH Untuk 52.272 KK

Setelah terjadinya perkenalan terdakwa mengajak Syafei untuk menginfestasikan uangnya ke dengan PT. Valbury Asia Future dimana pada awalnya Syafei tidak mau, namun terdakwa terus membujuk dengan mengatakan “ayolah pak, bapak ikut investasi uang ke Valbury supaya bapak dapat ke untungan punya mobil Pajero Sport, ini udah didepan mata pak”. Dan juga mengatakan “bapak akan mendapatkan keuntungan paling tidak sepuluh persen, dan uang bapak itu tidak mungkin hilang, ini resmi pak”.

Dimana pada akhirnya Syafei terbujuk dengan rayuan dan percaya dengan terdakwa hingga bersedia untuk menginvestasikan uangnya sebesar Rp455 juta yang diserahkan secara bertahap.

Bahwa atas penyerahan uang diatas Rahadian memiliki bukti berupa 1 lembar aplikasi setoran /transfer Bank Mandiri uang sebesar Rp6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah). Bahwa sejak menginvestasikan dana ke perusahaan PT. Valbury Asia Future Syafei dan Rahadani belum pernah mendapatkan keuntungan sebagaimana yang dijanjikan oleh terdakwa. Membuat Syafei dan Rahadian merasa curiga dan mendatangi rumah terdakwa yang untuk kesekian kalinya meminta agar terdakwa mengembalikan uang Syafei dan Rahadian yang sudah diterima oleh terdakwa, namun terdakwa tidak bisa mengembalikan uang milik Syafei dan Rahadian tersebut.

Syafei dan Rahadian merasa perlu untuk mengetahui apa yang terjadi sehingga pada hari Senin tanggal 27 April 2020  mendatangi kantor perusahaan PT. Valbury Asia Future Cabang Medan di Jalan Guru Patimus Komplek Jati Juntion No.P5-P5.A Kota Medan yang diterima oleh bagian umum bernama Gunawan dan Antonius. Dimana Syafei dan Rahadian mempertanyakan perihal dana mereka yang sudah diinvestasikan pada perusahaan PT. Valbury Asia Future melalui terdakwa. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata nama Syafei dan Rahadian tidak terdaftar sebagai nasabah pada perusahaan PT. Valbury Asia Future.

Baca Juga  Koramil Telukdalam Coffee Morning dengan Masyarakat

Dimana untuk menjadi nasabah harus memenuhi persyaratan sebagai nasabah dan bersedia untuk menginvestasikan dananya, maka selanjutnya nasabah yang akan di hubungi oleh PT.Velbury Asia Future pusat Jakarta dan selanjutnya PT.Velbury Asia Future pusat Jakarta menghubungi langsung. Setelah calon nasabah paham nasabah mengirimkan uang sebagai investasi ke rekening terpisah yang disetujui oleh Bapeti dan apa yang dijanjikan terdakwa kepada Syafei dan Rahadian dimana dana yang diinvestasikan akan mendapatkan keuntungan 10 % dan mendapatkan hadiah mobil itu tidak benar karena program seperti itu sudah tidak ada lagi.

Bahwa berdasarkan keterangan dari terdakwa diketahui ternyata uang milik Syafei dan Rahadian yang berjumlah keseluruhan Rp850 juta diinvestasikan terdakwa ke PT Valbury Asia Future sebanyak Rp157 juta. Sedangkan atas nama Terdakwa, sebanyak Rp36 juta ke atas nama Ibrahim Hasan yang tidak lain dari adik terdakwa, sebanyak Rp40 juta dan Rp36 juta ke atas nama Arif Hasan yang tidak lain dari adik terdakwa dan Rp45 juta ke atas nama Abdul Muthalib yang merupakan suami terdakwa.

Bahwa atas keterangan yang diperoleh dari pihak perusahaan PT. Valbury Asia Future tersebut membuat Syafei dan Rahadian merasa tertipu dan segera melaporkan perbuatan terdakwa kepada pihak yang berwajib agar ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378  KUHP. (Asarpua)

Reporter: Hafnizar Sagala