Bobby Nasution: Masyarakat Tidak Perlu Resah dengan PPKM Darurat

232
Bobby mengingatkan masyarakat agar tidak perlu resah dan panik menyusul diberlakukannya PPKM Darurat tersebut. (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Medan – Walikota Medan Bobby Nasution memahami kondisi dan masalah yang terjadi di tengah masyarakat saat ini menyusul pemberlakuan PPKM Darurat tersebut. Bobby mengingatkan masyarakat agar tidak perlu resah dan panik menyusul diberlakukannya PPKM Darurat tersebut.

Pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilakukan di Kota Medan, Senin (12/07/2021) lalu, mobilitas warga pun kini mulai berangsur-angsur berkurang. Artinya, upaya mencegah terjadinya kerumunan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 telah berjalan sesuai yang diharapkan. Diharapkan, PPKM Darurat yang diterapkan hingga 20 Juli mendatang dapat  menekan angka penyebaran virus mematikan tersebut.

Meski demikian tidak sedikit warga yang merasa tidak nyaman atas pemberlakuan PPKM Darurat tersebut. Selain  aktifitasnya merasa dibatasi, mata pencarian warga juga sangat terganggu dengan peningkatan status dari awalnya PPKM Mikro Pengetatan menjadi PPKM Darurat. Di samping itu pembatasan yang dilakukan dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi akan terjadinya kelangkaan produk bahan kebutuhan pokok sehingga mendorong terjadinya kepanikan, sehingga mendorong keinginan untuk memborong (panic buying).

“Saya mohon kepada masyarakat untuk tidak panik. PPKM Darurat yang dilaksanakan ini hanya untuk menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas saja,” kata Bobby Nasution kemarin.

Selanjutnya, Bobby Nasution memastikan, selama pelaksanaan PPKM Darurat, tempat penyedia kebutuhan-kebutuhan pokok seperti swalayan, minimarket maupun  pasar tradisional tidak akan ditutup namun harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang lebih ketat.

Meski pun selama PPKM Darurat  Bobby Nasution mengarahkan kepada seluruh pengelola mall untuk tidak beroperasi sementara, tetapi ada beberapa pengecualian, seperti mall yang terdapat swalayan ataupun apotek tetap dapat beroperasi hingga pukul 20.00 WIB. Oleh karena itu, Bobby Nasution mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan melakukan panic buying.

Baca Juga  Pemkab Asahan Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an

Di samping itu Bobby Nasution juga telah melakukan antisipasi terhadap masyarakat yang terdampak dengan pemberlakukan PPKM Darurat.  Ia telah mengistruksikan kepada Dinas Sosial Kota Medan segera mendata warga yang terdampak tersebut.

“Kita telah melakukan rapat, masyarakat yang terkena dampak PPKM Darurat dan telah terdata akan kita berikan bantuan. Untuk bentuk bantuan masih disesuaikan, berupa uang tunai atau sembako. Mudah-mudahan, sebelum berakhirnya PPKM Darurat, bantuan harus sudah terlaksana,” jelasnya.

Sementara itu Dr  Bakhtiar Efendi SE MSi  selaku pengamat ekonomi dan Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Panca Budi, menilai kegiatan produksi dan distribusi produk kebutuhan tidak dihentikan selama pemberlakuan PPKM Darurat. Jadi kecil kemungkinan,  ungkapnya. (Asarpua)