Aniaya Pendeta Dihukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara.

241
Sidang yang digelar di Ruang Cakra 6 PN Medan, Kamis (11/02/2021). (Foto. Asarpua.com/nizar sagala)

ASARPUA.com – Medan – Aniaya Pendeta dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Majelis Hakim yang diketuai Dominggus Silaban, SH, MH menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Luster Simanjuntak alias Kopen alias Tim (36) selama 2 tahun dan 6 bulan saat dipersidangan yang digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/02/2021).

Dalam amar putusan Majelis Hakim menyebutkan, hal yang memberatkan terdakwa Kopen karena meresahkan masyarakat dan tidak ada perdamaian dengan korban.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan belum ada perdamaian. Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Luster Simanjuntak dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan,” ucap ketua Majelis Hakim, Dominggus Silaban.

Putusan Majelis Hakim tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Risnawati Br Ginting, SH yang sebelumnya menuntut 2 tahun 3 bulan penjara.

Mengutip dakwaan JPU menyebutkan, bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan diatas, saksi korban Pdt. Erwin Sembiring, S.Th sedang melintas di jalan tersebut, lalu saksi korban melihat saksi Muhammad Syahputra Daulay sedang tergeletak di tengah jalan sehingga mobil yang dikendarai saksi korban tidak bisa lewat. Sedangkan saksi Riza Wiranda yang merupakan teman Muhammad Syahputra Daulay sedang berlari menghampiri saksi korban dan meminta tolong kepada saksi korban. Lalu saksi korban memberhentikan mobilnya dan menanyakan apa yang terjadi dan saksi Riza Wiranda mengatakan mereka sedang dipukuli oleh terdakwa yang sedang mabuk.

Bahwa kemudian terdakwa datang menghampiri saksi korban, saksi Muhammad Syahputra Daulay dan saksi Riza Wiranda, namun tiba – tiba terdakwa terjatuh dari sepeda motornya. Lalu terdakwa mengambil 1 buah batang besi yang panjang nya kurang lebih 60 cm sambil menunjuk – nunjuk saksi korban dan berkata “Polisi…Polisi…Polisi, Kau Polisi Kau…Kalau Gak ku teriaki maling kau” lalu terdakwa berulang kali meneriaki saksi korban dengan mengatakan “maling…maling”.

Baca Juga  Gubsu: Kerja Sama OJK dan Pemprovsu Banyak Capaian

Lalu terdakwa mendekati saksi korban dan langsung memukul saksi korban sebanyak 1 kali lalu saksi korban mencoba menghindar, lalu terdakwa mengejar saksi korban kembali dan memukul punggung saksi korban, memukul kaki saksi korban sebelah kiri sebanyak 2 kali menggunakan besi tersebut lalu saksi korban mencoba mengahalau dan menangkis pukulan besi sehingga mengenai tangan kiri saksi korban.

Bahwa kemudian terdakwa meninju wajah saksi korban dan mengenai mulut saksi korban yang mengakibatkan gigi saksi korban copot/ patah sebanyak 2 buah. Lalu saksi korban berteriak mengatakan “saya bukan Polisi..saya Pendeta..saya Pendeta” namun terdakwa tetap mengejar saksi korban dan saksi korban mencoba masuk kedalam mobil, namun terdakwa tetap memukul saksi korban dan mobil saksi korban terkena pukulan besi dan kemudian saksi korban tancap gas meninggalkan terdakwa.

Bahwa atas kejadian tersebut saksi korban merasa keberatan lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal untuk diproses lebih lanjut.

Dari saksi korban ditemukan luka lecet pada lengan, punggung dan betis disertai luka robek pada bibir bawah dan 2 gigi seri bawah sebelah kiri terlepas. Hal ini diduga diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul dan luka bersifat mengganggu aktifitas korban untuk sementara waktu.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana. (Asarpua)

Reporter: Hafnizar Sagala