Ada Tiga Perkara Korupsi Ditangani Kejari Medan

69
Kajari Medan Teuku Rahmatsyah SH, MH didampingi Kasi Pidum Riachad SP. Sihombing, SH, MH, Kasi Pidsus Sofyan Hadi, SH, MH dan Kasi Intelijen Bondan Subrata menyampaikan bahwa Penanganan perkara tindak pidana korupsi yang saat ini ditangani Kejari Medan (Foto. Asarpua.com/nizar sagala)

ASARPUA.com – Medan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah SH, MH didampingi Kasi Pidum Riachad SP. Sihombing, SH, MH, Kasi Pidsus Sofyan Hadi, SH, MH dan Kasi Intelijen Bondan Subrata menyampaikan bahwa Penanganan perkara tindak pidana korupsi yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Medan sebanyak 3 perkara. Hal tersebut disampaikan saat Coffee Morning bersama sejumlah wartawan di Warung Kopi Srikandi Medan pada Jumat (19/02/2021).

Untuk yang pertama yakni Tindak pidana korupsi pengelolaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional (JKN) Ta. 2019 pada Pusekemas Glugur  Darat Kota Medan dengan nilai kerugian diperkirakan sebesar Rp2.789.533.186,- (dua miliar tujuh ratus delapan puluh sembilan juta lima ratis tiga puluh tiga ribu seratus delapan puluh enam rupiah). Dan telah menetapkan tersangka an. EW berdasarkan Surat Penetapan Tersangka No. 02/L.2.10/Fd.2/01/2021 tanggal 04 Februari 2021.

Dan yang kedua Tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan revitalisasi peralatan praktik dan perlengkapan pendukung teknik permesinan pada SMK Negeri Binaan Provinsi Sumatera Utara TA. 2014, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp4.838.270.535,- (empat miliar delapan ratus tiga puluh delapan juta dua ratus tujuh puluh ribu lima ratus tiga puluh lima rupiah). Dan telah ditetapkan tersangka an. IB selaku Penyedia Jasa/Barang (pelaksana kegiatan) berdasarkan Surat Penetapan Tersangka No. B-01/N.2.10/Fd.1/03/2016 tanggal 07 Maret 2016 dan sebelumnya sempat ditetapkan sebagai DPO/Buron Kejaksaan Negeri Medan.

Sementara yang ketiga Tindak pidana korupsi pengadaan papan visual videotron pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan yang bersumber dari APBD Kota Medan TA. 2013, dengan nilai perhitungan negara sebesar Rp1.059.676.483,- (satu miliar lima puluh sembilan juta enam ratus tujuh puluh enam ribu empat ratus delapan puluh tiga rupiah). Dengan tersangka an. J dan E yang telah ditetapkan tersangka pada tanggal 20 Maret 2017, dimana tersangka an. J sempat ditetapkan sebagai DPO dan telah berhasil ditangkap oleh Tim/Jaksa Penyidik pada tanggal 15 Januari 2021. (Asarpua)

Baca Juga  Destinasi Wisata Kampung Batik Semarang, Masih Perlu "Berbenah"

Reporter: Hafnizar Sagala